Pertamina Akan Tiru Jepang Untuk Bangun SPBU ‘Canggih’ dan Hemat Lahan

58

spbu masa depan

 

Sapujagat.com – Direktur Utama PT Pertamina Retail Toharso¬† mengatakan “SPBU paling mahal tanah. 1 pompa misal Rp 1 miliar, kalau bangun 4 pompa bisa Rp 4 miliar. Dengan asumsi 1 SPBU butuh 750 m2 sampai 1000 m2 lahan maka 1 m2 seharga Rp 40 juta di tengah kota Jakarta. Sehingga harga tanah saja bisa Rp 40 miliar sendiri,” tuturnya.

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Retail akan meluncurkan SPBU canggih yang berbasis di perkotaan. SPBU canggih ini dirancang tanpa dispenser atau alat pengisian BBM yang biasanya berada di atas tanah.

Peralatan pengisian BBM ke kendaraan akan dipasang di atap SPBU. Pengembangan teknologi ini dilakukan karena keterbatasan dan mahalnya lahan di perkotaan seperti Jakarta.

“SPBU ke depan mulai pompa nggak di bawah tapi pompa di atas. Ini karena lahan mahal dan terbatas,” kata Direktur Utama PT Pertamina Retail Toharso saat ngobrol santai di Restoran Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2015).

SPBU canggih tersebut mengadopsi teknologi yang ada di Jepang. Akibat terbatasan lahan, Jepang membuat konsep SPBU mini dengan konsep selang nozzle atau selang penyalur BBM ke kendaraan dari atas. Alhasil kapasitas lahan SPBU bisa optimal tanpa terganggu mesin dispenser.

“Kayak Jepang, di bawah nggak ada dispenser,” ujarnya.

Toharso menjelaskan, Pertamina Retail akan memasang peralatan SPBU dengan konsep baru mulai tahun ini, antara lain 1 SPBU di Pasteur di Bandung, Jawa Barat.

“Saya mulai di SPBU Pasteur. Ini sudah disetujui, tinggal dibangun,” ujarnya.