Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus Menggunakan Wadah Kecil

193

Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus

Selama ini budidaya cacing lumbricus banyak menggunakan bak-bak semen yang dibuat di lahan khusus yang telah disiapkan untuk melakukan budidaya. Hal tersebut dimaksudkan agar kapasitas budidaya menjadi besar dan proses pemeliharaan menjadi efisien, sehingga para pembudidaya mendapatkan keuntungan yang maksimal saat panen tiba. Namun, untuk melakukan pembudidayaan dengan bak semen diperlukan modal yang tidak sedikit dan lahan cukup luas, tentunya tidak cocok untuk para pembudidaya pemula yang masih belajar dan hanya memiliki modal yang sedikit.

Sebenarnya pada awal-awal kepopuleran budidaya cacing lumbricus di Indonesia, para pembudidaya banyak menggunakan wadah kecil seperti ember dan wadah plastik persegi sebagai tempat melakukan budidaya. Namun seiring dengan perkembangannya, budidaya dengan wadah kecil semakin ditinggalkan dan beralih ke sistem bak-bak semen. Sehingga saat ini referensi budidaya cacing lumbricus yang beredar banyak menyarankan para pembudidaya untuk menggunakan bak semen. Bagi anda para pemula yang hanya ingin coba-coba dan belajar terlebih dahulu, sebenarnya sistem budidaya menggunakan wadah kecil masih bisa diterapkan.

Berikut ini tahap-tahap budidaya cacing lumbricus menggunakan wadah kecil :

  1. Siapkan wadah kecil yang akan digunakan, bisa wadah plastik bisa besek bambu. Bila menggunakan wadah plastik baru cuci terlebih dahulu hingga bau plastiknya hilang. Setelah itu susun wadah-wadah tadi sedemikian rupa agar rapi dan memudahkan proses pembudidayaan.
  2. Siapkan media hidup cacing lumbricus, yaitu tanah gembur yang dicampur dengan pelepah pisang yang telah dikeringkan dan kotoran sapi. Biarkan media tadi selama kurang lebih lima hari, jaga jangan sampai terkena air hujan.
  3. Bila media telah siap, masukkan media tadi ke dalam wadah-wadah kecil yang telah disiapkan sebelumnya. Jangan mengisinya terlalu penuh ke atas, sisakan sedikit untuk pemberian pakan.
  4. Belilah bibit cacing lumbricus kepada pembudidaya, perlu diingat belilah yang benar-benar bibit karena cacing untuk bibit biasanya dipersiapkan berbeda dengan cacing lumbricus yang akan dijual untuk pakan ternak atau tepung cacing.
  5. Setelah itu, letakkan bibit cacing tadi di atas permukaan tanah di dalam wadah kecil tadi, jangan terlalu banyak meletakkan cacing di dalam satu wadah. Bila media tanah benar dan cocok untuk hidup cacing, maka cacing akan masuk dengan sendirinya ke dalam tanah media hidup.
  6. Pakan cacing lumbricus bisa berupa kotoran sapi, sampah dapur dan ampas tahu. Berikan pakan dengan cara menaruhnya di atas media tanah dan ratakan, bila diperlukan lakukan pengadukan namun pelan-pelan saja.
  7. Berikan pakan pada pagi dan sore hari dengan porsi pakan yang lebih banyak pada sore hari.
  8. Jaga kelembaban media tanah dengan cara menyemprotkan sedkit air bila media dirasa terlalu kering, tapi jangan sampai terlalu basah.
  9. Panen bisa dilakukan setelah dua bulan pembudidayaan dengan hasil cacing lumbricus untuk pakan ternak atau tepung cacing dan panen setelah kira-kira empat bulan pembudidayaan untuk hasil cacing bibit.

Demikianlah cara budidaya cacing lumbricus rubellus dengan menggunakan wadah kecil, semoga bisa diikuti oleh para pembudidaya pemula.