Budidaya Cacing Sutra Bebas Bau Di Sekitar Rumah - Infotainment News Online Terkini

Jagat Usaha

Budidaya Cacing Sutra Bebas Bau Di Sekitar Rumah

on

budidaya-cacing-sutra

Selama ini budidaya cacing sutra dilakukan jauh dari pemukiman karena baunya yang cukup menyengat. Sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki lahan yang jauh dari pemukiman yang bisa melakukannya. Padahal permintaan pasar cukup besar dan hingga saat ini para pembudidaya belum bisa memenuhi permintaan tersebut. Hasilnya, harga cacing sutra relatif mahal di pasaran, terlebih saat pasokan sedang sedikit.

Bagi para penghobi ikan hias, harga cacing sutra yang mahal tentu sangat memberatkan. Bila harga sedang mahal, biasanya penghobi memberikan pakan alternatif yang harganya lebih murah. Padahal cacing sutra sebenarnya bisa dibudidayakan sendiri dengan skala yang kecil dan tentunya tanpa bau yang menyengat, hitung-hitung untuk menghemat biaya pakan saat harga cacing melambung di pasaran. Namun ada syaratnya, calon pembudidaya harus memiliki kolam ikan atau akuarium yang airnya dapat dialirkan ke dalam tempat budidaya cacing sutra, aliran air yang dimaksud bukan aliran air yang besar, cukup aliran air kecil saja. Bisa juga akuarium yang disekat, satu bagian untuk memelihara ikan satu bagian lagi untuk memelihara cacing sutra. Nantinya pakan cacing sutra didapatkan dari kotoran ikan hias yang kita pelihara.

Persiapan :

  1. Setelah tempat budidaya dibuat sedemikian rupa agar ada aliran air, tahap selanjutnya adalah menyiapkan bibit cacing sutra. Bibit ini bisa didapatkan dengan mudah dengan membelinya di penjual-penjual ikan. Beli bibit secukupnya saja, jangan terlalu banyak.
  2. Bibit yang baru dibeli tadi harus dicuci terlebih dahulu menggunakan air bersih yang mengalir, tujuannya adalah untuk membersihkannya dari kotoran yang menempel. Hati-hati saat mencuci cacing sutra karena bila tidak maka mereka akan mati atau ikut terbawa air.
  3. Kamudian masukkan bibit yang sudah bersih ke dalam tempat pembudidayaan.

Pemeliharaan dan Pemanenan :

  1. Cukup pastikan cacing sutra bisa hidup di tempat pembudidayaan yang kita buat sendir, bila cacing mati maka ada kesalahan, baik itu tempat budidaya, bibit atau pun hal lainnya.
  2. Dengan sistem pemeliharaan seperti ini, pembudidaya tidak perlu memberikan pakan karena pakan sudah disediakan oleh ikan yang dipelihara.
  3. Pemanenan pertama bisa dilakukan setelah kurang lebih dua masa budidaya, untuk pemanenan berikutnya bisa dilakukan setiap dua minggu.

Cara-cara di atas merupakan budidaya cacing sutra yang hanya sebatas untuk keperluan pakan ikan sendiri saja bukan ditujukan untuk keperluan komersial. Budidaya di atas masih menggunakan cara yang sangat sederhana sekali sehingga hasilnya tidak akan maksimal. Namun, cara ini bisa dijadikan sebagai bahan mencari pengalaman untuk membuka budidaya dengan skala yang lebih besar lagi dengan teknik budidaya yang lebih baik lagi.