Budidaya Kutu Air Di Dalam Rumah

637

budi daya kutu air

Banyak yang tidak tahu bahwa budidaya kutu air bisa dilakukan di sekitar rumah bahkan di dalam rumah. Selama ini budidaya kutu air hanya dilakukan di lingkungan yang jauh dari perumahan karena media budidayanya yang banyak menggunakan kotoran ternak dan air limbah kolam ikan. Sehingga menciptakan bau yang tidak enak dan mengotori lingkungan sekitar.

Kebanyakan pembudidaya di Indonesia menganggap air limbah kolam ikan merupakan tempat hidup yang paling tepat bagi kutu air dan kotoran hewan dianggap sebagai makanan sekaligus nutrisi yang paling baik untuk kutu air. Padahal para pembudidaya di negara-negara maju menggunakan air besih dan pakan non kotoran hewan dalam praktek pembudidayaan mereka. Hasilnya, kutu air para pembudidaya luar negeri tetap memiliki kualitas yang bagus dan layak untuk dijadikan pakan ikan hias, mudah, bersih dan tetap menguntungkan.

Bila anda tertarik untuk melakukan budidaya kutu air di dalam rumah, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu agar budidaya berjalan lancar dan hasil panen pun sesuai dengan harapan. Pertama adalah ruangan di mana budidaya kutu air akan dilakukan, meskipun akan dilakukan di dalam rumah tapi ruangan untuk budidaya harus tetap jauh dari tempat makan dan dapur. Kemudian siapkan wadah untuk tempat hidup kutu air, ukuran disesuaikan dengan skala budidaya yang akan dilakukan. Yang terakhir siapkan aerator, nantinya akan diatur untuk mengeluarkan gelembung yang paling kecil sendiri.

Setelah semua persiapan selesai, sekarang kita akan memulai tahap pembudidayaan kutu air, berikut ini langkah-langkahnya :

  1. Beliah kutu air sesuai dengan ukuran wadah yang digunakan, kutu air banyak dijual di toko-toko ikan hias,biasanya jenis yang dijual adalah daphnia.
  2. Ambil jaring dengan lubang kecil, masukkan kutu air ke dalamnya lalu cuci dengan air yang mengalir hingga bersih. Siapkan ember kecil yang diisi dengan air bersih, lalu masukkan kutu air ke dalamnya, tunggu beberapa saat. Ambil kutu air yang mengapung untuk dibudidayakan.
  3. Isi wadah untuk budidaya dengan air bersih hingga penuh, lalu nyalakan aerator. Satu aerator bisa dibagi untuk beberapa wadah. Kemudian masukkan kutu air ke dalamnya.
  4. Siapkan pakan yang terbuat dari ragi roti instan dan tepung terigu, campurkan kedua bahan tersebut dengan air lalu aduk hingga benar-benar merata. Takaran ragi lebih banyak dari pada tepung roti, jangan terlalu banyak memberi pakan, sesuaikan dengan skala budidaya.
  5. Cek kualitas air dan pakan setiap harinya, bila air mulai jernih kembali, berarti kutu air sudah harus diberi makan.
  6. Pemanenan biasanya dilakukan setelah 10 hari pembudidayaan.

Lakukan pembudidayaan dengan skala yang kecil terlebih dahulu, misalnya dengan satu wadah kecil saja. Bila ternyata berhasil, silahkan untuk dikembangkan menjadi bisnis kecil-kecilan karena pasar kutu air masih sangat menjanjikan.

Agen Poker
Loading...