4 Makanan Wajib Dihindari Agar Perut Tetap Langsing

40

247928_ilustrasi-keripik-kentang

Memiliki perut yang langsing merupakan dambaan mayoritas orang. Di samping meningkatkan kepercayaan diri pada saat memakai pakaian yang cukup ketat, mempunyai perut yang langsing juga berefek positif untuk kebugaran tubuh. Contohnya dapat mengurangi kemungkinan terserang penyakit jantung.

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan agar lingkar perut berukuran lebih kecil. Di antaranya yaitu melakukan olahraga dengan teratur serta menata asupan makan. Di bawah ini terdaftar beberapa makanan yang harus di hindari agar anda mendapatkan lingkar perut yang lebih ramping.

  • Biji-biji olahan.

Biji-biji yang diolah telah melewati sejumlah proses, sehingga dapat mengurangi gizi yang terkandung dalam biji-bijian tersebut. Contoh makanan yang berasal dari biji-bijian yang diolah di antaranya yaitu nasi putih dan roti putih.

Para peneliti yang berasal dari Pennsylvania State University menemukan bahwa orang-orang yang memakan biji yang belum diolah sebagai salah satu menu diet sehat, misalnya buah, sayur, susu rendah lemak, serta protein, memiliki prosentase yang lebih tinggi dalam mengurangi berat badan pada bagian abdominal daripada orang-orang yang melakukan diet sehat namun tetap memakan biji-biji olahan. Untuk penggantinya, pilihlah tepung gandum, nasi merah, ataupun quinoa sebagai sumber biji-bijian yang mengandung gizi lebih sehat.

  • Olahan kentang

Keripik kentang merupakan bagian dari hasil olahan kentang yang paling disenangi banyak orang, namun keripik kentang ini dapat meningkatkan berat badan.

Hasil penelitian yang dilansirkan pada New England Journal of Medicine, mengikuti perkembangan berat badan yang berubah-ubah sampai usia 20 tahun, pada lebih dari 120.000 laki-laki dan wanita. Peserta penelitian ini dikontrol setiap 4 tahun dan rata-rata berat badan naik 1,5 kg, nyaris 7,7 kg ketika penelitian selesai. Makanan yang dilibatkan dengan meningkatnya berat badan paling banyak adalah keripik kentang serta kentang.

  • Daging merah dan daging olahan

Penelitian yang sama sepanjang 20 tahun memperlihatkan bahwa orang-orang yang lebih banyak mengonsumsi daging merah dan daging olahan mengalami kenaikan berat badan yang lebih banyak kurang lebih 0,5 kg per 4 tahun. Pada penelitian lain, yang dilansir pada American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti mengikut sertakan lebih dari 370.000 partisipan dan menemukan peserta yang memakan satu porsi kecil daging steak dalam satu hari, berat badannya meningkat sekitar 2,3 kg selama 5 tahun

  • Soda diet

Penelitian terbaru memperlihatkan partisipan yang mengonsumsi soda diet, banyaknya lemak dalam perutnya meningkat nyaris tiga kali selama 9 tahun dari pada partisipan yang tidak meminum minuman tak berkalori.

Meskipun penelitian tersebut hanya mengambil sampel orang yang umurnya lebih dari 65 tahun, namun studi terbaru yang dilakukan di Weizmann Institute of Science menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi air yang mengandung pemanis buatan layaknya sakarin, aspartame dan sukralosal, mejadi sensitif terhadap resistensi insulin maupun intoleransi glukosa, dua hal yang dapat meningkatkan berat badan.