Inilah Alasan Mengapa PSSI Di Bekukan

77

Inilah Alasan Mengapa PSSI Di Bekukan

Kemenpora merilis surat pembekuan PSSI bernomor 01307 tahun 2015 17 April 2015. Menpora Imam Nahrawi yang bertanda tangan di atas surat tersebut. Otomatis semua kegiatan PSSI tak akan diakui.

Sehari kemudian, Sabtu (18/4/2015) Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel JW Marriott Surabaya menetapkan La Nyalla M. Mattalitti sebagai ketua umum. Nyalla bukanlah orang baru di PSSI. Pada kepengurusan sebelumnya, pria 55 tahun itu menjabat sebagai wakil ketua PSSI.

Mantan pemain tim nasional Ferryl Raymond Hattu mendukung keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga membekukan PSSI. Bahkan, menurut dia, inilah saat yang tepat bagi PSSI untuk sekaligus dihukum FIFA sehingga bisa berbenah nantinya.

Ferryl menilai keputusan Menpora itu sangat tepat. Munculnya nama ketua umum dari kepengurusan lama diprediksi tak akan membawa perbaikan organisasi sepakbola tanah air itu.

“Memang, FIFA tidak menghendaki ada intervensi dari pihak manapun, tapi itu sepanjang organisasi sepakbolanya berjalan dengan baik. Nah, selama ini tidak ada laporan ke sana soal bobroknya organisasi PSSI. Yang melaporkan adalah PSSI itu sendiri ke FIFA, tentunya tidak akan ada yang buruk. Padahal masyarakat dan pemerintah, mereka yang di luar PSSI, memberikan penilaian yang berbeda. Ada banyak hal yang harus dibenahi,” kata Ferryl (18/4).

“Internal PSSI tidak mempunyai itikad baik untuk membenahi organisasi. Kehilangan nyawa, tunggakan gaji, pengaturan skor tidak membuat mereka introspeksi. Kalau dibilang jalan, ya jalan tapi tidak sebagaimana mestinya.

“Sekarang PSSI dibekukan oleh pemerintah dalam hal ini menpora. Memang ada kasus, ada prolog, ada dasar yang kuat dalam mengambil keputusan itu. Semua alasan itu sudah disampaikan ke FIFA. Kalau PSSI mengatakan sudah bekerja ya memang mereka sudah bekerja, sudahmelakukan perbaikan, tapi sangat sedikit dan kerusakan yang diakibatkan oleh kerja mereka lebih besar.

“Kalau memang FIFA menghukum dengan pembekuan organisasi dua atau tiga tahun ya tidak masalah. Kalau mau jujur, ajang internasional apa yang bisa diselesaikan tim nasional dengan menepuk dada. Tidak ada kok pemain yang perform di level Asia apalagi dunia?

“Lagipula kalau pembekuan itu berlaku bukankah yang mati cuma liga profesional? Amatir kan jalan terus. Justru itu jadi kesempatan PSSI untuk berbenah. Membangun tim yang kuat. Di situ masih dibutuhkan peran pemerintah yang kukuh dengan niat awal, bukan tergoda dan kemudian berbalik arah mendukung kekuatan yang sudah merusak sepakbola itu. Ibaratnya obat itu kan pahit, kalau mau sembuh ya harus rela menelannya. Sekarang. Bukan nanti-nanti,” kata pemilik klub HBS itu.