Dampak Buruk Inilah Yang Terjadi Andai Indonesia Di Sanksi Oleh FIFA

51

Dampak Buruk Inilah Yang Terjadi Andai Indonesia Di Sanksi Oleh FIFA

Jika disanksi FIFA, Indonesia sebetulnya masih bisa menggelar kompetisi yang bersifat kecil-kecilan. Namun menurut Gusti, hal itu harus dilakukan secara hati-hati.

“Pertandingan tak boleh menggunakan logo FIFA atau apa pun yang mengatasnamakan FIFA. Contoh paling mudah penggunaan logo. Tim tidak boleh memasang logo FIFA di jersey, atribut tim, hingga logo di bola sepak. Pasalnya itu sudah ranah hak cipta. Jika FIFA merasa Indonesia sudah melanggar hak cipta, sanksi lebih besar sudah pasti akan dijatuhkan,” tutup Gusti.

Putusan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membekukan PSSI bisa berbuntut panjang. Jika ini dianggap intervensi pemerintah oleh FIFA, persepakbolaan Indonesia bisa dikenai sanksi.

Timnas Indonesia paling terkena imbas dari persoalaan itu. Lantaran dalam posisi terhukum, tim Merah Putih jadi tidak bisa berlaga di ajang internasional. Termasuk ajang SEA Games yang akan berlangsung akhir Mei 2015.

Kenapa bisa? SEA Games memang tidak masuk dalam agenda FIFA. Tapi, timnas peserta SEA Games menjadi anggota FIFA. Artinya, negara peserta SEA Games sudah pasti enggan dan dilarang melawan Indonesia karena organisasinya sedang bermasalah. Situasi ini yang akhirnya dikhawatirkan oleh mantan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin.

“Sanksi FIFA efeknya sangat besar. Timnas Indonesia jadi tidak biaa bertanding di semua ajang internasional,” kata Djohar seusai Kongres Luar Biasa PSSI di Surabaya, Sabtu (18/04/2015)

Ucapan Djohar diamini oleh anggota komite eksekutif PSSI, Gusti Randa. Bahkan menurut Gusti, sanksi FIFA juga bisa mematikan roda kompetisi di tanah air. “Kompetisi di Indonesia akan terhenti. Izin menggelar pertandingan sudah pasti tidak akan diberikan pihak kepolisian. Dengan begitu, kompetisi tak akan berlangsung. Bakal ada sekitar 2.000 pesepakbola menganggur. Nasib serupa juga akan terjadi kepada pengurus dan ofisial klub,” kata pria yang juga menjabat sebagai Asprov DKI Jakarta itu.