Pesta Bikini Yang Banyak Dapat Kecaman

55

bikini party jadi makian dan caci

 

Sapujagat.com – Setelah mengikuti Ujian Nasional, umumnya banyak pelajar yang mencoret-coret seragamnya. Namun apa jadinya bila pelajar SMA menggelar pesta bikini setelah menyelesaikan Ujian Nasional?

‘Splash after Class’, pesta bikini summer dress bagi pelajar SMA di Bekasi dan Jakarta menyebar di YouTube dan jejaring sosial. Dalam undangannya yang tercantum di YouTube dan sejumlah situs, acara digelar pada 25 April 2015

Di undangan itu tertulis ‘no weapon, no drugs, no fear’ dengan kostum bikini summer dress.

Di undangan itu tercantum alamat penyelenggara yakni Divine Production serta nomor telepon. Sayangnya, saat dikontak dan dikonfirmasi, tak ada yang mengangkat.

Di undangan itu disebutkan juga ada sejumlah SMA yang mendukung acara itu. SMA itu tersebar di Jakarta dan Bekasi. Belum jelas apakah SMA itu hanya dicatut atau benar-benar berpartisipasi.

Untuk pembelian tiket sebelum hari H dikenakan biaya Rp 150.000 sementara untuk pembelian tiket langsung sebesar Rp 200.000.

Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan paket VIP dan VVIP dengan harga yang terbilang tak murah. Untuk paket VIP yang berisi 2 botol minuman anggur termurah dijual seharga Rp 2.400.000. Sementara paket termahal yang berisi 4 botol minuman plus ruangan dijual dengan harga Rp 5.000.000.

Situs tersebut juga menampilkan foto-foto dan video pesta-pesta bikini sebelumnya. Panitia penyelenggara merayu para siswa untuk bergabung dalam acara itu melalui foto-foto yang mereka unggah.

Pesta bikini ini dilakukan dengan tujuan merayakan kelulusan UN. Demikian yang diunggah dalam pernyataan di YouTube sang panitia. Tapi sayangnya lagi, video YouTube sudah dihapus pemilik akun. Sama sekali tak ada jejak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang sudah melihat tayangan video itu menyayangkan pesta itu. KPAI juga meminta sekolah melakukan pencegahan, UN bukan dirayakan dengan pesta-pesta tetapi harus dengan hal yang positif.

“Orangtua juga harus melakukan pencegahan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tegas Ketua KPAI Asrorun Niam.

Situs Bikini Party

EO Pesta Bikini Pelajar SMA Dapat Serangan di Twitter dan Instagram

Divine Production adalah event organizer yang menggelar pesta bikini pelajar SMA di Jakarta dan Bekasi untuk merayakan berakhirnya UN. Acara ‘Splash after Class’ itu digelar pada 25 April mendatang di kolam renang di Hotel Media and Towers. Namun setelah ramai dibicarakan, acara itu dibatalkan. Pihak EO juga sudah mengontak pihak hotel dan berkonsultasi.

“Sempat mereka kontak ke kami dia bilang kalau akun Twitter dan Instagram mereka dihujat,” jelas Manager Entertainment Hotel Media, Ibnu Iqbal, yang ditemui detikcom di kantornya di Jl Gunung Sahari, Jakpus, Kamis (23/4/2015).

Akhirnya Iqbal mengambil keputusan untuk membatalkan acara itu. Pihak EO juga diberi pengertian, apalagi KPAI sudah memberikan pandangan.

“Mereka sempat nanya bagaimana, saya jelaskan kalau kesalahan dia fatal dan kita sudah memastikan sebelum pihak berwajib bicara kalau acara itu sudah kita cancel,” tambah Iqbal.

Iqbal juga menyampaikan, pihak hotel hanya menyewakan tempat saja. Pihak hotel tak tahu soal acara melibatkan pelajar SMA, termasuk dipromosikan di YouTube.

“Acara seperti tertera di undangan tanggal 25 April. Jelasnya awal bulan kemarin pihak EO datang ke sini mereka ingin melihat tempat ya kita pun tidak menutup kemungkinan, siapa pun yang bisa bayar ya silakan,” ungkap Iqbal.

“Yang jelas kita kecolongan dan merasa kecewa. Acara itu dipromosikan di YouTube tanpa approval dari management hotel. Kalau sekadar flyer atau brosur mungkin tidak jadi masalah. Permasalahannya mereka mencantumkan acara bikini peserta di bawah umur itu tanpa sepengetahuan hotel,” tutup Iqbal.

Komentar Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kaget ketika mengetahui ada undangan pesta bikini untuk siswa SMA/SMK setelah mereka melakukan ujian nasional.

“Oh enggak bisa dong kalau pesta bikini, mah. Itu mah enggak bener kalau pesta bikini. Ditangkap. Itu ada KUHP asusilanya, kok,” ujar Basuki di Balai Kota, Kamis (23/4/2015).

Basuki mengatakan, sebenarnya siswa SMA bebas untuk merayakan selesainya UN. Wajar jika siswa ingin merayakan kebahagian tersebut. Ia menambahkan, dalam hal ini, para siswa yang mampu seharusnya membiayai siswa lain yang tidak mampu untuk mengikuti perayaan itu.

Akan tetapi, pesta-pesta yang dilakukan harus sesuai dengan norma asusila yang berlaku di masyarakat. Jika undangan pesta bikini yang beredar itu memangĀ  benar-benar ada, Basuki ingin memberi sanksi.

“Makanya kalau dia sudah lulus, model kayak begitu enggak usah kasih kuliah seharusnya. Mereka enggak bisa masuk (perguruan tinggi) negeri, misalnya. Disanksi,” ujar Basuki.

“Kalau (pestanya) memang terjadi, ya kita cari hukumannya apa. Bikini boleh aja, kalau mau di Ancol, berenang. Namun, kalau pesta pakai bikini mah keterlaluan,” tambah Basuki.