Lempar Mangga ke Presiden, Orang Ini Dapat Rumah

19

File photo of Venezuela's President Nicolas Maduro singing the national anthem during a meeting with students outside Miraflores Palace in Caracas

 

Sapujagat.com – Marleni Olivio (54)  adalah seorang warga yang beruntung, karna melempar mangga ke Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Bermula dari  Maduro yang berkunjung ke negara bagian Anzoategui, Maduro yang mantan sopir bis, mengemudikan bis pada satu acara pertemuan dengan warga, Rabu (22/4). Jendela bis Presiden Maduro dibuka agar dia bisa dengan leluasa berhubungan dengan warga yang hadir di acara itu.

Olivia menulis pesan “jika bisa, telepon saya” lengkap dengan nama dan nomor teleponnya di kulit buah mangga. Dia kemudian bergerak agar bisa mendapat posisi sedekat mungkin dengan bis, ketika bis lewat di depannya dia melempar mangga ke arah Maduro.
Dalam rekaman video yang menjadi populer di Venezuela, Maduro terlihat menundukkan kepala ketika mangga mendarat di atas kuping kirinya. Dengan tenang dia memungut mangga itu dan mengacungkannya ke warga.

Pada malam hari, dalam siaran langsung televisi rutinya Maduro berbicara mengenai insiden itu dan menunjukkan mangga itu sebagai bukti.

Marleni Olivio,” kata Maduro. “Kami akan mengundangnya tampil di acara (televisi dan radio) saya, ‘Menghubungi Maduro.’

“Dia memiliki masalah dengan rumah, kan? Dan Marleni, saya telah menyetujui agar anda mendapatkan satu apartemen yang merupakan bagian dari Misi Perumahan Besar-Besaran di Venezuela. Apartemen itu akan diserahkan kepada anda dalam beberapa jam mendatang. Besok, paling lambat lusa, kami akan memberikannya kepada anda.”

Olivio mengatakan kepada media setempat bahwa sebenarnya dia hanya berniat melempar kertas berisi pesan kepada presiden seperti warga lainnya saat itu.

“Tetapi saya tidak punya kertas,” ujarnya kepada TV El Pitazo. “Saya hanya membawa sebuah mangga yang akan saya makan karena saya lapar ketika itu.”

Pengkritik Maduro menyebut insiden itu sebagai “mangucidio”, permainan kata-kata dari “mango” dan “magnicidio” kata bahasa Spanyol yang berarti pembunuhan pemimpin yang sangat berkuasa.

Dalam iklim politik Venezuela yang sangat terpolarisasi, Maduro seringkali mengatakan bahwa dia yakin pihak oposisi bersekongkol untuk membunuhnya.

Tetapi pelempar mangga itu mengatakan tidak memiliki niat buruk.

“Impian saya hanyalah memiliki rumah sebelum saya meninggal,” katanya kepada TV El Pitazo, dan menambahkan bahwa dia menderita sakit parah baru-baru ini karena penyakit diabetes dan darah tinggi yang dideritanya.

Agen Poker