Fakta Tentang Penyakit Rabies - Infotainment News Online Terkini

JagatHerbal

Fakta Tentang Penyakit Rabies

on

Fakta Tentang Penyakit Rabies

Sapujagat.comPenyakit rabies atau yang kita sebut dengan Anjing gila merupakan jenis penyakit serius yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini tergolong peyakit yang mematikan dan harus ditangani secara cepat. Biasanya orang yang terkena penyakit rabies itu dikarenakan gigitan anjing atau air liur dari hewan yang terinfeksi rabies sehingga menular ke tubuh kita. Untuk itu jika anda memiliki binatang peliharaan seperti anjing atau mamalia lain sebaiknya periksa dulu kesehatan anjing tersebut apakah terdapat virus rabies atau tidak.

Dari data kementrian kesehatan pada tahun 2012 terdapat sekitar 84 ribu kasus gigitan hewan yang berpotensi menyebabkan rabies di Indonesia dan 137 diantaranya meninggal dunia akibat gigitan rabies. Hal ini membuat pemerintah melakukan tindakan tegas terutama dalam penanggulangan rabies di Indonesia. Orang yang terkena rabies biasanya ia akan mengalami beberapa tahap gejala yang mungkin tidak kita sadar yaitu hilangnya napsu makan. Orang yang terkena rabies biasanya akan kehilangan nafsu makan kemudian disusul dengan sakit kepala yang sangat hebat.

Selain itu orang yang terkena rabies akan mengalami susah tidur, demam tinggi dan muntah-muntah. Jika kelima hal tersebut terjadi pada anda, sebaiknya anda periksakan kesehatan anda untuk mendiagnosa apakah anda terkena penyakit rabies atau tidak. Ada beberapa hewan yang diketahui sebagai perantara rabies diataranya yaitu rubah, anjing, kucing, kera dan kelelawar. Jika anda memiliki hewan tersebut sebaiknya rawat hewan tersebut jika perlu datangkan dokter hewan secara rutin untuk memeriksa kondisi kesehatan hewan.

Ciri-Ciri Hewan Yang Terinfeksi Rabies :

Binatang yang terkena rabies, biasanya terdapat kejanggalan baik dalam perilakunya maupun kesehatannya. Berikut ini ada beberapa tanda-tanda hewan yang terkena virus rabies.

  1. Penyakit Rabies Tipe Ganas

Jika binatang sudah terkena rabies dalam tipe ganas, maka dalam dua atau tiga hari akan mengalami tanda-tanda sebagai berikut :

  • Hewan menjadi lebih galak dari biasanya
  • Sering menyendiri ditempat yang dingin dan tidak agresif
  • Tidak mau menuruti apa yang diperintahkan majikannya
  • Keluarnya air liur yang susah dikendalikan
  1. Penyakit dengan bentuk diam
  • Hewan sering bersembunyi ditempat-tempat yang gelap
  • Sering mengalami kejang-kejang
  • Mengalami kelumpuah yang tidak tahu apa penyebabnya
  • Tidak dapat menelan makanan
  • Air liur yang keluar secara terus-menerus
  • Hewan mengalami kematian

Jika anda menemukan hewan dengan perilaku seperti diatas, maka hindari hewan tersebut atau bawa hewan itu kedokter hewan untuk mendapatkan suntik anti rabies. Jika anda terkena gigitan hewan baik, maka lakukanlah beberapa tindakan untuk mencegah timbulnya rabies pada diri anda. Cuci bagian tubuh yang terkena gigitan hewan tersebut dengan air bersih dan sabun. Jika perlu anda bisa menggunakan alkohol 70% untuk mencucinya (betadine).

Bagi anak yang memiliki umur dibawah 10tahun, segeralah lakukan imunisasai dan suntik tetanus untuk menghindarkan sejak dini dari bahaya tetanus dan rabies karena orang yang belum pernah mendapatkan vaksin rabies, maka ia memiliki potensi yang lebih besar jika terkena gigitan hewan. Jika anda terkena gigitan hewan, lakukan suntikan vaksin tepat pada bagian gigitan tersebut dan pada otot atau daerah pinggang. Hal ini dilakukan untuk menentukan resiko adanya virus rabies yang kadang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan gatal pada bagian bekas gigitan.

Suntik vaksin dapat memberikan perlindungan seumur hidup dari bahaya virus yang masuk ketubuh kita. Namun seiring berjalannya waktu, kadar antibodi yang terdapat pada tubuh kita akan mengalami penurunan sehingga dapat meningkatkan resiko terkena rabies atau tetanus. Untuk itu anda dapat melakukan suntik vaksin kembali agar kadar antibodi pada tubuh anda bisa kembai normal.