Zainal Abidin Terpidana Mati Yang Meninggalkan 2 Anaknya Serta Pengakuan Penggali Kubur - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Zainal Abidin Terpidana Mati Yang Meninggalkan 2 Anaknya Serta Pengakuan Penggali Kubur

on

eksekusi mati

 

Sapujagat.comZainal Abidin ditangkap di rumahnya terkait kepemilikan ganja seberat 58,7 kilogram pada 2000 silam. Dalam persidangan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Palembang, Zainal divonis 15 tahun penjara.

Upaya banding yang dilakukan Zainal Abidin ke pengadilan tinggi justru memperberat hukumannya. Pada 4 September 2001, Pengadilan Tinggi Palembang menjatuhkan hukuman mati. Mahkamah Agung memperkuat vonis mati Zainal pada 3 Desember 2001.

Upaya peninjauan kembali pun gagal karena permohonan yang dikirimkan sejak 2005 silam tidak kunjung mendapat jawaban dari Mahkamah Agung. Kepastian hukuman Zainal didapat setelah Presiden Joko Widodo menolak grasinya pada 2 Januari silam melalui surat Keppres Nomor 2/G/2015.

Sebelum di eksekusi mati, Zainal Abidin menitipkan ‎pesan untuk dua anaknya, Tiara dan Roy, agar rajin sekolah dan beribadah.

“Berpesan kepada anaknya agar rajin beribadah dan menuntut ilmu,” ujar Iwan Setiawan, adik Zainal Abidin, di Wijaya Pura, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2015).

Menjelang eksekusi, Zainal juga meminta didoakan. Zainal selama ini menghabiskan waktu di dalam penjara dengan kegiatan keagamaan, seperti berzikir dan mengaji.

‎”Meminta didoakan agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah,” kata Iwan.

Zainal mengaku memohon maaf apabila yang diperbuatnya selama hidup telah membuat orang lain marah, susah, ataupun tersinggung. Selama ini, Zainal, menurut Iwan, telah mencoba berbuat sebaik mungkin.‎

Zainal Abidin, terpidana mati asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), dimakamkan di Cilacap, Jawa Tengah. Hal ini dilakukan karena Gubernur Sumsel Alex Noerdin menolak Zainal dimakamkan di wilayahnya.

Cerita Keluarga dan Penggali Kubur soal Pemakaman Zainal Abidin

Adik Zainal, Iwan Setiawan, mengaku tidak mempermasalahkan soal penolakan pemakaman Zainal di Sumsel. Keluarga berharap usai dieksekusi, Zainal langsung dimakamkan. Maka itu, Cilacap adalah pilihan terbaik sebagai lokasi pemakaman.

“Biar cepat. Karena menurut Islam, lebih cepat lebih baik,” kata Iwan didampingi rohaniwan, Hasan Makarim, Rabu (29/4/2015).

Zainal dieksekusi regu tembak Rabu dini hari. Tak lama setelah itu, jenazahnya dimakamkan di TPU Karang Suci di Jalan Karang Suci, Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap. Proses pemakaman sudah disiapkan sehari sebelumnya.

“Sejak kemarin (penggalian makam) sudah dipesan polisi. Ukurannya memang agak besar karena untuk peti mati,” kata penggali kubur, Sadim.

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar satu jam. Warga sekitar yang membantu pemakaman yang digelar menjelang waktu Subuh itu.

 

Recommended for you