Sarung Tinju Pacquiao di Protes Kubu Mayweather, Inilah Kehebatan Manny Pacquiao

51

myaweather

 

Sapujagat.comFloyd Mayweather alias Pretty Boy berharap dapat mengalahkan penantangnya,. Jika mampu mengatasi Pacquiao dan kemudian memenangkan satu laga lagi, maka dia bakal menyamai rekor 49 kemenangan beruntun milik Rocky Marciano yang telah bertahan sejak 1955.

Kubu The Money memprotes Sarung tinju yang akan digunakan Manny Pacquiao untuk menghadapi Floyd Mayweather Jr. pada pertarungan unifikasi juara dunia welter WBO, WBA Super, dan WBC.

Protes itu dilakukan kubu Mayweather usai prosesi timbang badan yang berlangsung di MGM Grand, Las Vegas, Jumat (1/5) malam waktu setempat. Sarung tinju yang akan digunakan Pacquiao diklaim Mayweather tidak sesuai perjanjian kontrak.

Seperti dikutip dari ESPN, untuk pertarungan yang akan berlangsung Minggu (3/5) siang WIB, Mayweather akan menggunakan sarung tinju buatan Grant. Sementara Pacquiao akan menggunakan merek Cleto Reyes.

Dalam perjanjian kontrak disebutkan, kedua petinju dilarang menggunakan sarung tinju yang memiliki bahan dasar bulu kuda. Sarung tinju biasanya dibuat dari busa, bulu kuda, atau kombinasi keduanya.

Kubu Mayweather protes ke Komisi Tinju Las Vegas Nevada, yang mengklaim Pacquiao menggunakan sarung tinju Cleto Reyes dengan bahan bulu kuda.

Namun, setelah lima jam memeriksa sarung tinju Pacquiao, pihak Komisi Tinju Las Vegas Nevada tidak menemukan sesuatu yang salah. Protes kubu Mayweather pun ditolak.

Kehebatan Pacquiao di mata rakyat Filipina

1. Juara dunia di delapan kelas berbeda
Manny Pacquiao berhasil merebut gelar juara dunia kedelapan kalinya di delapan kelas yang berbeda setelah melakoni duel ke-57 dalam karirnya di ring tinju profesional.Gelar itu direbut usai menghadapi Antonio Margarito asal Mexico di kejuaraan dunia kelas super welter versi WBC dengan kemenangan angka mutlak, di Cowboys Stadium, Kota Arlington, Texas, Amerika Serikat, 13 November 2010 lalu. Tiga hakim pertandingan memberikan keunggulan untuk Pacman, yaitu 120-108, 118-110 dan 119-109.

2. Jadi anggota parlemen Filipina
Petinju Manny Pacquiao resmi menjadi anggota kongres Filipina pada 28 Juni 2010. Dia menjadi anggota parlemen mewikili Provinsi Sarangani.Pacquiao terlihat elegan saat menghadiri acara pelantikan. Dilansir dari yahoosports, Petinju kidal itu datang dengan mengenakan baju formal dan sepatu kulit yang mengkilap.

Kepada wartawan, Pacquiao mengaku masih gugup dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota parlemen. Dia juga sadar belum bisa berbuat banyak dalam debutnya sebagai wakil rakyat.

Meski demikian, Pacquiao berjanji akan mengurangi angka kemisikinan di Sarangani, daerah yang berjarak 600 km di selatan Manila. Acara pelantikan sendiri dihadiri oleh 1.000 pengunjung.

Pada 2007, Pacquiao gagal menjadi anggota parlemen setelah kalah dalam pemilihan. Namun, dia kembali maju pada pemilihan 2010 lalu. Pacquiao akhirnya berhasil mengalahkan pesaingnya, Roy Chiongbian.

3. Jadi bintang film

Sebuah film yang menceritakan masa kecil Manny Pacquaio, tayang perdana di Filipina pada 14 april lalu dan mulai diputar di bioskop-bioskop Filipina keesokan harinya.

Film berjudul ‘Kid Kulaku’ tersebut disutradarai oleh Paul Soriano. Film itu ingin menunjukkan masa lalu dan tantangan yang berkontribusi dalam kesuksesan Pacquaio meniti karirnya di dunia tinju. Judul film tersebut diambil dari merek botol anggur yang sering dipungut Pacquaio saat menjadi pemungut botol ketika ia kecil.

“Dia (Pacquaio) sama seperti salah satu dari kita. Dia dahulu hanya seorang anak muda yang mempunyai mimpi besar,” ucap Soriano seperti dikutip Reuters.

“Dia bukan siapa-siapa saat lahir, namun karena Tuhan, kerja keras, dan takdir, ia menjadi sesuatu,” katanya menambahkan.

Pacquaio sendiri diperankan oleh bocah berusia 16 tahun dari kota Quezon, Robert Villar Jr.

“Semua orang bisa meniru gerakannya, tapi Anda tidak bisa dengan mudah meniru keberaniannya. Pacquaio selalu berhadapan dengan orang yang lebih besar darinya. Dan seperti yang Anda lihat, dia dahulu anak yang kurus.

“Jadi saya pikir semua pengalaman yang telah ia alami semasa tumbuh dan berkembang sejak anak-anak, membuatnya semakin kuat,” ucap aktor cilik asal Filipina tersebut.

Selain di Filipina, film tersebut juga akan tampil di bioskop-bioskop Amerika Serikat dan Kanada mulai 24 April 2015.

Sejak 1999, Manny sudah menjadi bintang televisi ketika dia muncul dalam I Witness. Dari situ dia kemudian beberapa kali tampil di acara televisi dan selanjutnya Manny menjadi aktor di sejumlah film. Sedikitnya dia sudah membintangi 11 film hingga tahun ini.

4. Ingin jadi presiden Filipina
Petinju juara dunia asal Filipina Manny “Pacman” Pacquiao pada 2013 lalu pernah mengatakan kepada kantor berita AFP dia ingin jadi presiden.Setelah kariernya di dunia adu pukul itu bersinar, Pacman yang akan menghadapi Floyd Mayweather Sabtu nanti (Minggu waktu Indonesia) mengungkapkan, dia ingin mengakhiri karya hidupnya sebagai presiden.

Mantan anak jalanan berusia 36 tahun itu kini adalah anggota parlemen di negerinya.

“Ya,” kata Pacquiao ketika 2013 saat ditanya apakah dia ingin jadi presiden. “Tapi itu masih jauh. Tergantung kehendak Tuhan.”

Promotor Pacquiao asal Amerika Serikat dalam pertandingan Sabtu nanti, Bob Arum, kembali menyatakan petinjunya itu berambisi menjadi presiden Filipina.

“Dia akan jadi presiden,” kata Arum kepada para pemburu berita dari situs TMZ. “Dia akan maju menjadi anggota Senat Filipina pada 2016 dan pada 2022 dia kemungkinan akan maju menjadi calon presiden,” kata dia, seperti dilansir AbS-CBN News, Kamis (30/4).

Namun sebagai anggota parlemen saat ini, absensi Pacquiao tercatat sangat buruk. Dia hanya hadir empat kali dari 70 kali rapat parlemen pada 2014.

5. Pertandingan tinju terbesar dalam sejarah
Pertandingan Manny Pacquiao melawan Floyd Mayweather hari ini disebut sebagai pertandingan tinju terbesar karena dilaporkan nilai pertandingan antara kedua petinju ini mencapai nilai 160 juta Pound, atau setara dengan Rp 3,13 triliun.Dilansir dari BBC, diperkirakan Mayweather akan mengantongi sekitar Rp1,8 triliun dan Pacquiao membawa pulang Rp1,2 triliun.

Pertandingan akan menghasilkan banyak sekali uang, karena para penggemar tinju harus membayar sekitar USD100 (Rp1,3 juta) untuk menyaksikannya.

Diperkirakan, Mayweather-Pacquiao juga akan memecahkan rekor siaran TV sekali tonton (pay-per-view).

Saat ini rekor kontrak pembelian pay-per-view dipegang oleh pertandingan Mayweather vs De la Hoya di tahun 2007 (US$2,5 juta). Sedangkan rekor keuntungan pay-per-view ada pada pertandingan Mayweather vs Saul Alvarez di tahun 2013 (US$ 152 juta).

Gedung MGM Grand sendiri bisa menampung 16.000 penonton, dan mereka bisa meraih pendapatan US$74, tiga kali lipat dari rekor sebelumnya. Bahkan melebihi pertandingan final American Football atau Super Bowl, yang ditonton sekitar 70.000 orang.

Transaksi tiket di pasar sekunder bisa mencapai enam digit, dan sebagian uang penjualan tiket kemungkinan mengalir ke kantong para petinju juga.