Murni Kecelakaan, Kotak Hitam Helikopter yang Jatuh di Pakistan Ditemukan

28

helikopter jatuh

 

Sapujagat.comIstri Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan dikabarkan meninggal dalam kecelakaan helikopter. Insiden ini terjadi ketika helikopter militer mencoba mendarat darurat namun gagal di pegunungan Gilgit, wilayah Balthistan.

Mereka tengah dalam perjalanan menuju lokasi pembukaan proyek pariwisata di Gilgit. Menteri Luar Negeri Pakistan, Aizaz Chaudhry mengungkapkan bahwa kotak hitam dari helikopter nahas yang jatuh menghantam sebuah sekolah di Lembah Naltar, Jumat (8/5) pagi telah ditemukan. Dalam insiden tersebut, tujuh orang dipastikan tewas, termasuk istri Duta Besar RI untuk Islamabad, Hery Listyawati.

Dalam konferensi pers di ibu kota Islamabad pada Jumat (8/5) malam, Chaudhry menekankan kembali bahwa jatuhnya helikopter itu murni karena kecelakaan teknis di dekat lokasi pendaratan.

Chaudhry menampik pernyataan kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan yang mengaku menembak jatuh helikopter tersebut, dan menyebutnya sebagai klaim “palsu”.

“Ini murni kecelakaan, dan kecelakaan bisa saja terjadi,” kata Chaudhry, dikutip dari media Pakistan, Tribune.news.pk

Sementara, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Raheel Sharif telah membentuk tim penyelidikan terkait insiden ini.

Saat ini, Chaudhry menyatakan bahwa pihaknya berfokus untuk membawa korban luka dan jenazah korban tewas kembali ke Islamabad secepat mungkin.

Mengomentari kondisi helikopter, Chaudhry mengatakan bahwa perawatan helikopter nahas jenis Mi-17 tersebut terakhir kali dilakukan hanya 11 jam sebelum kecelakaan.

Menurut editor kawasan Asia Pasifik untuk IHS Jane Defence Weekly, James Hardy, helikopter militer jenis Mi-17 dianggap sebagai helikopter yang handal dan pertama kali dibuat oleh Rusia untuk digunakan dalam kondisi panas dan penerbangan tinggi di kawasan Asia

“Militer (Pakistan) memiliki dana yang besar dan reputasi yang baik untuk menjaga peralatannya. Angkatan udara (Pakistan) juga terlatih dengan baik dan sangat profesional,” kata Hardy, dikutip dari Reuters.

Militer Pakistan diyakini memilki sekitar 29 helikopter jenis Mi-17, sementara angkatan udaranya memiliki sekitar enam Mi-17. Meskipun begitu, beberapa media melaporkan terjadi empat kecelakaan helikopter Mi-17 dalam 11 tahun terakhir di Pakistan.

Dikutip dari Reuters, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa ada 17 orang dalam helikopter nahas tersebut, terdiri 11 warga asing dan enam Pakistan.

Laporan terbaru dari Tribune.com.pk menyebutkan korban tewas mencapai 7 orang, 2 pilot dan 1 kru warga negara Pakistan, Dubes Norwegia untuk Pakistan, Leif Larsen, Dubes Filipina untuk Pakistan, Domingo Lucenario, dan istri dari Dubes Malaysia untuk Pakistan, dan juga Hery Listyawati, istri dari Dubes RI untuk Pakistan, Burhan Muhammad.

Dubes Burhan saat ini  mengalami luka-luka dan dirawat di The Combined Military Hospital, Jutial, wilayah Gilgit-Baltistan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari tempat kejadian. Hingga saat ini KBRI Islamabad belum bisa menghubunginya.

Sementara itu, Duta Besar Belanda untuk Pakistan, Marcel de Vink, dan Duta Besar Polandia untuk Pakistan, Andrzej Ananics dilaporkan terluka.

Duta Besar Kanada, Afrika Selatan, Lebanon dan Romania disebut juga berada dalam helikopter tersebut, berdasarkan manifes yang diterima Reuters.

Militan Taliban sempat mengklaim menjatuhkan helikopter itu untuk mengincar Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, namun klaim ini dibantah militer Pakistan dengan menyatakan bahwa insiden ini terjadi akibat kerusakan mesin.

Helikopter ini merupakan salah satu dari tiga unit helikopter militer yang digunakan untuk mengangkut para duta besar. Mereka akan menghadiri peresmian proyek kereta gantung yang dibangun militer untuk wisatawan.