Penemuan Jenglot Penghisap Darah Gegerkan Warga Jawa Timur

76

heboh jenglot

 

Sapujagat.com – Warga Jalan Kyai Toha, Kelurahan Prapen, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur di gegerkan oleh penemuan sosok Jenglot. Makluk kecil mirip manusia itu, memiliki rambut putih panjang melebihi tubuhnya. Panjang rambutnya sekitar 15 centimeter. Kuku jari tangan dan kakinya panjang serta memiliki dua taring di bagian depan giginya.

Jenglot ini seperti sudah menghisap darah, pasalnya jenglot ini di temukan memiliki kulit mirip kodok dan baunya anyir seperti bau darah.

Penemuan Jenglot ini bermula dari warga Jalan Kyai Toha, Kelurahan Prapen hendak memakamkan salah satu warganya yang meninggal pada Kamis malam kemarin.

Kali pertama, jenglot itu ditemukan Sugiono warga sekitar. Saat itu, dia dan warga yang lain, mengantarkan jenazah salah satu tetangganya, Kaspari ke peristirahatan terakhir, yaitu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Prapen, Jalan Kyai Abdullah.

Namun, sebelum jenazah Kaspari dikebumikan, Sugiono secara tak sengaja menyisir sebelah utara makam, yang posisinya bersebelahan dengan Masjid Al Istiqomah atau tepatnya di punden (makam keramat) Mbah Ibu Zakariayah.

Sugiono menceritakan, saat berada di makam yang dikeramatkan warga sekitar tersebut, dia menemukan benda mirip manusia berukuran kecil tergeletak di samping makam yang diyakini keturunan wali dari Gresik itu.

Sosok mahkluk yang diyakini jenglot itu, berambut panjang sekitar 15 centimeter melebihi ukuran tubuhnya. Mahkluk itu juga memiliki kuku yang panjang.

“Saat hendak memakamkan salah satu tetangga kami yang meninggal Kamis malam kemarin, saya ke sana (makam)lebih dulu sambil menyiapkan peralatan pemakaman,” kata Sugiono.

“Waktu itu, bulu kuduk saya merinding. Saya sempat mencium bau anyir keluar dari tubuh jenglot itu. Rambutnya putih sepanjang kira-kira 15 centi,” akunya.

Setelah itu, Sugiono langsung membawa jenglot tersebut ke TPA Al Istiqomah. “Makluk itu saya serahkan ke salah satu takmir Masjid Al Istiqomah yang berada di samping makam,” kata bapak tiga anak ini.

Senada, Ketua RW 06/RT 03 Kelurahan Prapen mengatakan, jenglot tersebut ditemukan warganya sekitar pukul 09.00 WIB di area Makam Umum Islam di Jalan Kyai Abdullah.

“Memang benar ditemukan Jengglot pagi tadi, tapi kami enggak tahu ini Jengglot asli atau bukan. Warga juga enggak tahu,” katanya.

Dia juga mengatakan, setelah penemuan jenglot itu, banyak warga sekitar yang berbondong-bondong ingin melihat sosok mahkluk yang dikabarkan memiliki kesaktian tersebut. Bagi warga yang ingin melihat, diminta sumbangan Rp 2000 , untuk pembangunan TPA Al Istiqomah.

“Jenglotnya disimpan di kotak kaca dan ditaruh di Masjid Al Istiqomah,” tandasnya.

Warga Sangsi Mengenai Kebenaran Jenglot

Sejak ditemukan di sebelah Makam Mbah Ibu Zakariyah, yang konon dikeramatkan warga sekitar, hingga saat ini, warga masih sangsi kebenaran makhluk itu adalah jenglot yang memiliki kesaktian seperti cerita yang berkembang selama ini.

“Saya sendiri masih sangsi. Itu benar jenglot atau bukan. Sejak ditemukan pagi tadi, posisi kedua tangannya masih bersedekap di depan dadanya,” ucap Umar, warga Jalan Kyai Abdullah yang sempat ikut melihat jenglot tersebut, Jumat (8/5).

Namun, meski banyak warga yang sangsi, untuk mengobati rasa penasarannya, mereka tetap ingin melihat wujud makhluk yang kini ditaruh di Masjid Al Istiqomah tersebut. Jenglot itu, disimpan di sebuah kotak kaca. Bagi warga yang ingin melihat, diminta sumbangan Rp 2000 untuk pembangunan TPA Al Istiqomah.

“Kemungkinan, itu (jenglot) ada yang naruh di makam. Apalagi di Makam Mbah Ibu Zakariyah itu kan dikeramatkan sama warga sini,” kata salah satu warga yang lain menduga-duga.

Sementara itu, Sugiono, sang penemu Jenglot juga sempat menyatakan keragu-raguannya. Namun, agar tidak menimbulkan masalah, Sugiono mengaku langsung menyerahkan jenglot tersebut ke takmir masjid usai menemukannya di dekat Makam Mbah Ibu Zakariyah.

“Kata orang, itu memang jenglot. Benar apa enggak saya enggak tahu. Katanya sih, kalau jenglot palsu, kulitnya terbuat dari kulit kodok dan biasanya ditaruh di tempat angker. Langsung saya titipkan ke Masjid Al Istiqomah, soalnya saya juga masih merinding sampai sekarang,” katanya lagi.