Orang Terkaya no 1 Asia Berpindah Tangan Ke Seorang Mantan PNS - Infotainment News Online Terkini

JagatDunia

Orang Terkaya no 1 Asia Berpindah Tangan Ke Seorang Mantan PNS

on

orang terkaya no 1 di asia

 

Sapujagat.com – Li Ka-Shing merupakan sosok pengusaha terkaya di Asia. Li Ka-Shing adalah seorang warga Hong Kong yang saat ini usianya sudah 84 tahun. Kekayaan yang ia miliki mencapai US$ 29,7 milyar atau sekitar Rp 282 trilyun.

Namun, orang terkaya nomor satu di dunia tidak lagi dipegang oleh Li Ka-Shing asal Hong Kong. Adalah Wang Jianlin, yang menjadi orang terkaya nomor satu di Asia dengan harta US$ 36,2 miliar, atau sekitar Rp 470 triliun.

Meningkatnya ekonomi di China daratan, membuat orang-orang kaya bertambah hartanya. Wang Jianlin merupakan pemilik dari Dalian Wanda Group, perusahaan dengan berbagai bisnis, mulai dari properti hingga jualan online.

Seperti dilansir dari Forbes, Selasa (12/5/2015), kekayaan Wang mengalahkan harta Li Ka-shing yang mencapai US$ 34,1 miliar. Sejak 2001, posisi orang terkaya nomor satu di Asia dipegang oleh Li Ka-Shing.

Wang menjadi orang terkaya di China melalui grup usahanya, yaitu Dalian Wanda Group, sebuah perusahaan real estate komersial yang mengontrol lebih dari 200 toserba, pusat perbelanjaan, dan hotel mewah.

Pada Agustus 2014 lalu, Wang bersama Baidu dan Tencent, mendirikan perusahaan e-commerce bernama Wanda E-Commerce, dan mengumumkan proyek investasi di Beverly Hills, Australia, dan Chicago. Pada Desember 2014, Wang mendapatkan US$ 3,7 miliar atau sekitar Rp 44 triliun dari penjualan saham perusahaannya, bernama Wanda Commercial Properties, di bursa Hong Kong.

Wang lahir di Provinsi Sihuan pada 1954, setelah revolusi Komunis. Pada 1970 dia masuk militer hingga 1986 karena orangtuanya adalah anggota tentara China. Setelah itu, dia menjadi pegawai pemerintah di Dalian, provinsi Liaoning.

Dari situ, Wang banting setir jadi wirausahawan dengan mengakuisisi perusahaan real estate yang hampir bangkrut, bernama Dalian Wanda pada 1990an. Bisnis Wang sekarang berkembang pesat, tidak hanya di China.

Recommended for you