Produk Dari Indonesia Ini Merambah Sampai Ke Korea Utara, Apa Itu ?

32

Produk Dari Indonesia Ini Merambah Sampai Ke Korea Utara, Apa Itu

Sekretaris Bidang Politik dan Ekonomi KBRI Pyongyang Irman Nasoetion mengatakan di Jakarta, Jumat (15/5/2015), pameran tersebut berlangsung pada 11-14 Mei lalu dan diikuti oleh 300 peserta yang memamerkan beragam produk, seperti peralatan elektronik, material bangunan, kendaraan bermotor, makanan dan minuman, pakaian/tekstil, obat-obatan, peralatan rumah tangga serta barang kebutuhan sehari-hari.

Kedutaan Besar RI di Pyongyang, Korea Utara, mempromosikan aneka produk cepat saji Indonesia, termasuk makanan, minuman, bumbu masakan serta kosmetik dalam Pameran Dagang Musim Semi Pyongyang ke-18.

Irman mengatakan, produk-produk yang dipamerkan oleh KBRI merupakan barang yang telah dan belum masuk pasar Korea Utara, dengan tujuan masyarakat di negara tersebut lebih mengenal Indonesia.

KBRI juga menyajikan bagi para pengunjung beberapa hasil olahan dari produk makanan dan minuman yang telah masuk pasar Korut, antara lain mi instan, nasi goreng yang diolah dengan bumbu instan, sereal gingseng, kopi instan, srta permen rasa kopi dan gula asem.

Duta Besar RI untuk Korut Bambang Hiendrasto mengatakan produk-produk yang dipamerkan tersebut cukup dikenal di Pyongyang, namun masyarakat belum banyak yang tahu bahwa itu buatan Indonesia.

Selain mencicipi aneka produk, para pengunjung ruang pamer Indonesia juga antusias untuk mencoba berbagai produk kecantikan dan perawatan tubuh bagi pria dan wanita.

Sekitar 500 orang mengunjungi ruang pamer Indonesia dalam Pameran Dagang Musim Semi Pyongyang ke-18 yang didekorasi dengan beragam kain batik Nusantara.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai ekspor Indonesia ke Korea Utara selama periode 2010-2014 mengalami tren penurunan sebesar 39,64 persen dan tren impor Indonesia dari Korea Utara pada periode yang sama mengalami penurunan sebesar 33,36 persen.

Pameran Dagang Musim Semi Pyongyang ke-18 dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Korut Ro Tu Chol, Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri Ri Ryong Nam, serta para duta besar di Pyongyang, termasuk Duta Besar Bambang Hiendrasto.