Sejak 3 Minggu Lalu Angeline Meninggal karena Pendarahan Otak , Mimpi Ibu Kandung Angeline Pupus

36

hamidah ibu kandung angeline

 

Sapujagat.comAngeline merupakan anak angkat Margriet Mendawa yang bersuamikan orang kulit putih yang sudah meninggal 3 tahun lalu. Dia hilang sejak 16 Mei. Poster-poster hilangnya Angeline disebar oleh kakak angkatnya. Kakak angkatnya juga mengelola fanpage di Facebook “Fine Angeline-Bali’s Missing Child”.

Angeline dilaporkan hilang dari rumah ibu angkatnya yang berlokasi di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Bali, pada Sabtu 16 Mei 2015 silam. Keluarga kemudian melapor ke polisi hingga membuat Facebook page untuk menyebarkan informasi terkait hilangnya Angeline.

Ibu asuh Angeline Margareta dan dua anak kandungnya hingga kini masih diperiksa di ruang Reskrim Polresta Denpasar. Selain keluarga Margareta, satpam Agus juga sedang menjalani pemeriksaan terkait penemuan jasad Angeline.

Saat pemeriksaan tersebut, aktivis dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah ikut jalannya proses pemeriksaan. Dari keterangan Siti Sapurah, Agus sudah mengakui jika dirinya ikut terlibat dalam pembunuhan Angeline.

Menurut Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran RSUP Sanglah Ida Bagus Putu Alid, Angeline diduga sudah meninggal sejak tiga minggu lalu dan dikubur di belakang rumah.

“Waktu kematian diduga sudan 3 minggu,” ujar Dokter Ida Bagus di RS Sanglah, Bali, Rabu (10/6/2015).

Dokter Ida menuturkan dari hasil otopsi ada luka memar di bagian kepala belakang karena luka benda tumpul. Selain itu ada bekas jeratan di leher korban.

“Kematian diduga karena adanya pendarahan otak,” tegas Dokter Ida Bagus.

Selain itu, dokter juga menemukan bekas sundutan rokok di punggung kanan korban. Namun, untuk soal kerusakan kemaluan dia tidak mau memberikan keterangan lebih lanjut.

“Kondisi jenazah sudah rusak jadi agak sulit,” tutup Dokter Ida Bagus.

Hamidah Ibu kandung Angeline Syok Berat

Hamidah, perempuan asal Banyuwangi ini menangis sesunggukan di kamar jenazah RS Sanglah, Denpasar. Dia tidak terima dengan apa yang terjadi dengan anaknya.

Delapan tahun lalu, Hamidah menyerahkan putrinya ke pria bule dan istrinya Margriet Megawe agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tapi ternyata, delapan tahun kemudian dia menemukan Angeline di kamar jenazah.

“Saya lihat dia (Hamidah-red) shock berat kenapa anak kandungnya seperti ini. Selama ini dia mau anak jadi lebih baik tapi ternyata yang terjadi begini,” jelas pendamping hukum dari P2TP2, Siti Sapurah di RS Sanglah, Rabu (10/6/2015).

Hamidah yang terus menangis kemudian dibawa ke dalam mobil. Siti kemudian membawa Hamidah pergi dari rumah sakit untuk ditenangkan.

“Diajak pulang ke rumah keluarga,” terang Siti.

“Saya Akan dampingi sampai kasus selesai. Ibunya ini akan diberikan konseling,” tambah Siti.

Agen Poker
loading...