Tragis.. Inilah Sederet Kejanggalan Angeline Menurut Cerita Para Warga

78

kejanggalan angeline

Sapujagat.com – Angeline merupakan anak angkat Margriet Mendawa yang bersuamikan orang kulit putih yang sudah meninggal 3 tahun lalu. Dia hilang sejak 16 Mei. Poster-poster hilangnya Angeline disebar oleh kakak angkatnya. Kakak angkatnya juga mengelola fanpage di Facebook “Fine Angeline-Bali’s Missing Child”.

Angeline dilaporkan hilang dari rumah ibu angkatnya yang berlokasi di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Bali, pada Sabtu 16 Mei 2015 silam. Keluarga kemudian melapor ke polisi hingga membuat Facebook page untuk menyebarkan informasi terkait hilangnya Angeline.

Pencarian dilakukan di berbagai tempat namun bocah tersebut tak kunjung ditemukan. Kasus hilangnya bocah cantik ini pun mengundang perhatian sejumlah pihak.

Dari kunjungan Komnas Perlindungan Anak, MenPAN RB Yuddy Chrisnandi, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise terungkap ada sejumlah kejanggalan di rumah keluarga angkat Angeline. Hingga akhirnya siang tadi polisi berhasil menemukan jasad Angeline terkubur di dekat kandang ayam di bawah tumpukan sampah di pekarangan rumahnya. Di kuburannya yang hanya setengah meter, ditemukan juga bed cover, tali dan boneka.

Berikut kejanggalan tersebut yang dikutip dari detik,  diantaranya adalah

1. Angeline Bau dan Tak Terurus

Usai melakukan kunjungan ke rumah Angeline, Menteri Yohana menyebut rumah tersebut bau dan tidak sehat untuk anak. Selain itu, dari pengakuan orang di sekitarnya, Angeline sering datang ke sekolah dalam keadaan kumal.

“Tadi saya ke sekolah, di sekolah ternyata dia ini dibilangnya bau dan kumal begitu. Seperti tidak ada yang ngurus,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (6/6/2015).

“Dia pernah dikeramasi di dalam sekolah, karena ya rambutnya kusam itu,” sambungnya.

Tak hanya itu, Angeline juga dikenal sebagai sosok yang pendiam. Dia juga sering terlihat murung.

“Kepala sekolahnya bilang kalau anak ini psikologisnya tertekan. Dia terlihat tidak sebebas teman-temannya. Ada tekanan batin,” ujar Yohana.

2. Angeline Jalan Kaki Jauh ke Sekolah

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait datang ke rumah Angeline ditemani oleh pihak kepolisian pada Minggu (24/5). Di sana dia bertemu dengan ibu angkat Angeline, Arist lalu minta ditunjukan di mana tempat Angeline tidur.

“Tempat Angeline tinggal itu saya pikir tidak layak. Waktu saya ke rumahnya itu bau sekali, banyak kandang ayam, kucing dan anjing,” kata Arist saat dihubungi Kamis (4/6/2015). Sebelum ke sekolah Angeline harus memberi makan ayam-ayam itu.

Selain di rumah, hal aneh lainnya yang ditemukan Arist adalah saat dia berkunjung ke sekolah dan bertemu dengan wali kelas Angeline. Pihak sekolah mengatakan Angeline sering mengantuk di kelas dan kalau datang ke sekolah dalam kondisi kumal dan bau.

“Kalau ke sekolah 3 kilometer dia jalan kaki. Pulang pergi jadi 6 kilometer, masa anak sekecil itu disuruh pergi sendiri ke sekolah dengan jarak yang jauh jalan kaki,” tambahnya.

3. Kondisi Rumah Angeline Bau dan Banyak Kotoran Binatang

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menemukan sejumlah kejanggalan di rumah yang ditempati Angeline. Kesimpulan itu didapat Yohana setelah mendatangi rumah bocah tersebut di Sanur, Bali.

“Rumahnya itu tidak sehat ya, bisa saya simpulkan seperti itu. Rumah itu dekat dengan beberapa kandang sapi di bagian halaman. Ada kotoran sapi juga,” kata Yohana dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (6/6/2015).

Kotoran itu tentu saja merebakkan bau ke dalam rumah. Menurut Yohana, kondisi seperti itu jelas sangat tidak ideal apalagi untuk pertumbuhan bocah berumur delapan tahun seperti Angeline.

“Makanya saya semakin prihatin begitu melihat rumahnya. Saya ingin sekali berbicara dengan ibunya, tapi tadi kan dia tidak ada. Malah pergi,” ujar Yohana.

4. Tangisan Malam Hari dan Hidung Angeline Berdarah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menduga Angeline mendapat kekerasan fisik.

“Dari informasi-informasi yang kami dapatkan tadi, anaknya ini diduga mengalami kekerasan fisik,” kata Yohana, Sabtu (6/6/2015).

Yohana dan rombongan kementerian dan didampingi kepolisian hari Sabtu pagi menyambangi rumah keluarga Angeline di Denpasar, Bali. Namun Yohana tidak berhasil bertemu ibu angkat Angeline, yang tidak berada di rumah tersebut.

“Kata petugas yang mengurusi rumah, dia sering mendengar anak ini menangis di malam hari. Dia juga melihat hidung bocah ini berdarah,” kata Yohana.

Siapa pelaku kekerasan terhadap Angeline itu? Untuk hal ini Yohana tidak mau menarik kesimpulan. Dia menyerahkan hal ini kepada kepolisian yang juga sedang fokus untuk mencari sosok Angeline.

“Kekerasan fisik terhadap anak-anak ini kan sangat memprihatinkan, pelakunya harus ditindak tegas,” ujar Yohana.

5. Dua Menteri ‘Dicueki’ Ibu Angkat

Kecurigaan polisi terhadap rumah Angeline yang ternyata menjadi lokasi ditemukannnya jasad bocah cantik itu antara lain berawal dari penolakan keluarga atas kunjungan menteri beberapa waktu lalu. Atas dasar itu polisi lalu melakukan penyisiran ulang hingga tiga kali.

“Apalagi menteri mau ke sana ditolak, jadi hal-hal itu yang akhirnya kita jadikan dasar untuk melakukan pencarian di rumah, halaman, setiap sudut dan pagar,” ucap Kapolda Bali Irjen Pol Ronny Sompie saat dihubungi detikcom, Rabu (10/6/2015).

Ronny mengatakan polisi sebelumnya sudah memeriksa rumah orang tua angkat Angeline di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali. Namun pemeriksaan itu tidak maksimal karena terkendala pemilik rumah yang tidak kooperatif.

“Ketika kita agak menekan, kan dia (orang tua angkat Angeline) timbul resisten marah-marah dan tidak akan membuka diri,” ucapnya.

6. Tangisan Ibu Angkat yang Mencurigakan

Setelah tiga pekan Angeline hilang polisi menemukan jasad bocah tersebut di pekarangan rumah. Kecurigaan polisi terhadap lokasi ditemukannya jasad Angeline berdasarkan beberapa hal, salah satunya tangisan ibu angkat Angeline.

Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie menceritakan kecurigaan soal tangisan itu didapatnya saat polisi dan tokoh masyarakat bersama-sama mencari Angeline dan menyusuri jalan dari rumah Angeline ke sekolah. Saat itu Ronny melihat ibu angkat Angeline, Margriet Mendawa, sempat menangis namun ada yang mencurigakan.

“Ibunya kan sempat nangis-nangis tuh, kecurigaan saya tetap ada. Tapi sebagai seorang penyidik saya tahu cara apa yang harus saya lakukan. Dan yang utama saya itu mencari Angeline terlebih dahulu,” terang Ronny.

Polisi juga sudah melakukan pencarian ke rumah orang tua angkat Angeline yang merupakan rumah Margriet di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali, hingga 2 kali namun tak membuahkan hasil. Setelah melakukan evaluasi penyelidikan awal, Ronny meminta kepada anggotanya untuk mencari lagi ke rumah Angeline. “Karena dari beberapa hal ada yang mencurigakan,” jelasnya. Baru dalam pencarian ketiga di rumah Margriet, polisi menemukan jasad bocah itu bersama boneka kesayangannya.