Angeline Anak Adopsi, Inilah Cerita di Balik Adopsi Angeline - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Angeline Anak Adopsi, Inilah Cerita di Balik Adopsi Angeline

on

angeline anak asuh margareth

 

Sapujagat.com – Angeline merupakan anak angkat Margriet Mendawa yang bersuamikan orang kulit putih yang sudah meninggal 3 tahun lalu. Dia hilang sejak 16 Mei. Poster-poster hilangnya Angeline disebar oleh kakak angkatnya. Kakak angkatnya juga mengelola fanpage di Facebook “Fine Angeline-Bali’s Missing Child”.

Ibu kandung Angeline (8), Hamidah, menangis histeris saat tiba di Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (10/6/2015), karena tidak terima anaknya menjadi korban pembunuhan.

“Siapa yang bunuh kamu, Nak? Kenapa kamu dibunuh? Ibu tidak terima kamu diperlakukan seperti ini,” ujar Hamidah saat melihat kondisi jenazah anaknya yang sudah terbujur kaku di Instalasi Kamar Jenazah RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu.

“Pak Polisi, tangkap pelaku yang membunuh anak saya, Pak. Hukum mati saja dia,” kata perempuan asal Banyuwangi itu.

Saat itu, Hamidah juga menyebutkan bahwa Angeline merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. “Kalau tidak mau jaga anak saya, kembalikan kepada saya saja. Janganlah dibunuh,” ujarnya histeris.

Kerabat korban, Supri, mengatakan bahwa Angeline diadopsi saat berusia tiga hari. Sejak saat itu, Hamidah tidak pernah bertemu lagi dengan buah hatinya ini karena tidak diperbolehkan atas dasar kesepakatan bersama antara ibu angkat korban dan ibu kandungnya.

“Ibu kandungnya belum pernah bertemu sejak diadopsi itu,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebelum proses adopsi bayi Angeline, Hamidah dan ibu angkat Angeline, Margareith, tidak pernah saling mengenal.

Saat itu, keduanya berkenalan di klinik daerah Canggu, Bali. Karena Hamidah tidak punya biaya melahirkan, Margareith kemudian mengulurkan bantuan dan mengadopsi bayi itu.

“Bayi saat itu baru berumur tiga hari dan dibawa oleh ibu angkatnya,” kata Supri.

Ia menuturkan, selama delapan tahun, Hamidah tidak pernah bertemu atau sekadar menjenguk Angeline. Ketika berita hilangnya Angeline mencuat, Hamidah pun belum bertemu Margareith.

Angeline dilaporkan hilang dari rumah ibu angkatnya yang berlokasi di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Bali, pada Sabtu 16 Mei 2015 silam. Keluarga kemudian melapor ke polisi hingga membuat Facebook page untuk menyebarkan informasi terkait hilangnya Angeline.

Pencarian dilakukan di berbagai tempat namun bocah tersebut tak kunjung ditemukan. Kasus hilangnya bocah cantik ini pun mengundang perhatian sejumlah pihak.

Dari kunjungan Komnas Perlindungan Anak, MenPAN RB Yuddy Chrisnandi, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise terungkap ada sejumlah kejanggalan di rumah keluarga angkat Angeline. Hingga akhirnya siang tadi polisi berhasil menemukan jasad Angeline terkubur di dekat kandang ayam di bawah tumpukan sampah di pekarangan rumahnya. Di kuburannya yang hanya setengah meter, ditemukan juga bed cover, tali dan boneka.

Ibu asuh Angeline Margareta dan dua anak kandungnya hingga kini masih diperiksa di ruang Reskrim Polresta Denpasar. Selain keluarga Margareta, satpam Agus juga sedang menjalani pemeriksaan terkait penemuan jasad Angeline.

Saat pemeriksaan tersebut, aktivis dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah ikut jalannya proses pemeriksaan. Dari keterangan Siti Sapurah, Agus sudah mengakui jika dirinya ikut terlibat dalam pembunuhan Angeline.

“Agus sudah mengakui ikut terlibat dan dia sudah dijadikan tersangka,” ujar Siti Sapurah kepada wartawan di Polresta Denpasar, Rabu (10/6).

Sementara itu Margareta si Ibu angkat hingga kini masih belum mau mengaku. Bahkan Margareta terus berteriak-teriak saat dilakukan pemeriksaan.

Recommended for you