Pengakuan Agus, Hidung Angeline Pernah Berdarah Dipukul Margareith Hingga Gali Lubang di Kandang Ayam

21

margareith bunuh angeline

 

Sapujagat.com – Agus jadi tersangka dan mengakui terlibat dalam kasus pembunuhan Angeline. Pria asal Sumbawa ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah ibu angkat Angeline, Margriet di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar.

Agus bertugas merawat ayam yang jumlahnya hampir 100 ekor. Saat Angeline dinyatakan hilang pada 16 Mei, Agus baru bekerja selama satu bulan. Dia mulai bekerja pada pertengahan April.

Haposan Sihombing, kuasa hukum Agustinus Tai Andamai (25) pelaku pembunuhan terhadap Angeline (8) di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, mengaku kalau kliennya diminta ibu angkat korban, Margareith untuk menggali lubang.

Hal itu dikatakan Agus di hadapan kuasa hukumnya saat mendampingi proses penyidikan. Bahkan Lubang itu sempat membuat dirinya berpikir akan digunakan untuk buang sampah.

“Ya klien saya sebut lubang itu sudah ada sejak seminggu sebelum peristiwa dikabarkan Angeline hilang,” kata Haposan di Polresta Denpasar, Jumat (12/6).

Saat ditanya penyidik siapa yang mempersiapkan lubang tersebut, Agus hanya menjawab disuruh Margareith mencari tanah, sehingga dirinya diminta mencangkul lubang, dan lubang itulah tempat Angeline dikubur.

“Dia hanya jawab diminta mencari tanah. Hanya itu saja, dia tidak mempertegas apakah lubang itu dipersiapkan untuk mengubur Angeline atau kebetulan saja,” ucap Haposan, mengutip pengakuan Agus di hadapan penyidik.

Saat kembali dipertegas apakah lubang untuk mengubur angeline? Agus saat itu hanya menjawab singkat kalau hanya disuruh mempersiapkan saja lubang itu.

“Jadi dia hanya disuruh oleh Margareith. Lubang itu telah dipersiapkan seminggu sebelumnya,” paparnya.

Sementara itu, saat ditanya apakah lubang yang hanya sedalam 60 sentimeter itu cukup untuk mengubur jasad Angeline, Agus mengaku jasad bocah mungil itu terpaksa ditekuk.

“Ditekuk dan ditutupi dengan keranjang dan bambu. Katanya agar kalau ada orang yang membeli ayam tidak curiga,” tutup Haposan.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol AA Made Sudiana membenarkan pernyataan Agus soal galian tanah.

“Ya benar tersangka sempat disuruh mencari tanah urug di lokasi,” kata Kapolresta.

Tak hanya itu, tersangka Agustinus Tai Andamai (25) asal Sumba NTT, menyebutkan kalau kliennya sempat melihat hidung Angeline berdarah. Agus mengaku kalau Angeline saat itu diduga usai dipukul Margareith.

“Saat itu Agus lihat hidung Angeline, katanya Angeline dipukul sama ibunya,” kata Haposan kepada wartawan di Denpasar, Jumat (12/6).

Agus mengaku menjadi pembantu Margareith sejak 23 April hingga 25 Mei 2015.

“Dia mengaku kepada saya begitu, kalau dia bekerja di sana hampir satu bulan,” jelasnya.

Dia menjelaskan hingga saat ini belum mengetahui siapa yang memasukkan Agus kerja di sana. “Saya belum tahu ceritanya dia bisa dipekerjakan rumah itu,” paparnya.

Saat dipecat, Agus mengaku diberi upah sekitar Rp 1 juta oleh Margareith. Dia juga mengaku, bahwa saat bersihkan darah dalam hidung Angeline itulah dirinya bernafsu. Namun karena Angeline lari dan memanggil maminya, langsung dikejar dan membenturkan kepala ke dinding.

Sampai saat ini, kata Kapolresta keterangan Margareith belum ada yang mengarah tersangka. “Setatus masih saksi dan masih diminta bantuannya untuk diambil keterangan. Dia sudah mulai kooperatif menjawab pertanyaan,” aku Kapolresta Denpasar.

Hingga pukul 21.00 Wita, Jumat (12/6), Margareith yang dicibir publik terlibat dalam kasus pembunuhan Angeline dipulangkan. Pertimbangan polisi karena dalam pemeriksaan, Margareith belum terbukti sebagai tersangka.

“Harusnya sudah tadi pagi dipulangkan, tetapi untuk kepentingan penyidik masih diperlukan untuk pemeriksaan. Besok dia kembali menjalani pemeriksaan,” kata sumber di Polresta Denpasar, Jumat malam (12/6).

Agen Poker