Inilah Perlakuan Kejam Margriet Atas Angeline Yang Datang Saksi di Kaltim

38

Margriet bunuh angeline

 

Sapujagat.com – Setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus hilangnya Angeline, Polisi Bali bergerak cepat dalam menahan tersangka Margareith ibu angkat dari Angeline.

Ibu Angkat Angeline, Margriet Megawe, resmi ditahan penyidik dari Polda Bali setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (14/6).

Tiga saksi yang juga kerabat Margriet dibawa langsung dari Balikpapan, Kaltim, ke Bali oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Mereka akan dimintai kesaksiannya di Polda Bali terkait siakap kasar Margriet kepada Angeline.

Ditemui dalam kamar hotel di Legian, Kuta, Francky A Maringka (46), beserta istrinya Yuliet Christin (41) dan tantenya Loraine (58) mengaku pernah tinggal di rumah jalan Sedap Malam No 26, tempat ditemukannya mayat Angeline.

Diakui Francky, mereka tinggal sejak Desember 2014 hingga Maret 2015 di rumah Sedap Malam. Mereka selalu melihat perlakuan kasar Margriet terhadap anak angkatnya Angeline.

“Saat saya ditelepon oleh Margriet, kalau Angeline hilang dibawa orang, saya saat itu berucap ‘Puji Tuhan’. Ya, betul saya berucap begitu karena yakin dia akan lebih baik dibawa orang daripada di rumah itu,” ucap Francky, Rabu (17/6) di Legian Bali.

Kata Francky, hampir setiap hari dia melihat teriakan dan tangisan Angeline ketika dimarahi dan dipukuli Margriet. Dia bahkan sudah bosan melihat pukulan kepada Angeline. Francky mengaku pernah meminta Margriet untuk tidak kasar, tetapi justru dibentak dengan kata “tidak usah ikut campur.”

“Dia setiap marahin Angel, selalu mengucapkan kata dasar anak tidak tau balas. Sudah dikasih hidup diurus, dikasih makan, harus tau bagaimana kerja, kerja, kerja,” katanya mengutip kata Margriet yang selalu diucapkan kepada Angeline saat memarahi.

“Dia kalau teriakin Angeline, pertama dan kedua pelan. Tapi yang ketiga selalu teriak histeris kalau Engel tidak dengar,” ucap Francky yang biasa memanggil Margriet dengan sebutan Tante Telli.

Loraine mengatakan, dia sering mengurut kaki dan tangan Angeline yang lebam. Namun, Angeline tidak pernah cerita kalau dirinya habis dipukuli.

“Anak ini pendiam, terkadang sangat ceria dan suka berimajinasi. Kalau saya lihat lebam-lebam selalu saya kasih minyak tawon,” sambung Loraine.

Siti Sapura, pendamping hukum dari P2TP2A memastikan bahwa ketiga saksi ini akan dibawa ke Polda Bali dan Polresta Denpasar. “Kita bawa untuk melengkapi keterangan penyidik,” ucap Siti, Rabu (17/6).