Sungguh Keji, Francky Ungkap Kekejaman Margriet Dari Kaki Tangan Angeline Luka Lebam Hingga Makan Makanan Untuk Anjing dan Kucing

82

perlakuan kejam terhadap angeline

 

Sapujagat.com – Francky A Maringka (46), beserta istrinya Yuliet Christin (41) dan tantenya Loraine (58) mengaku pernah tinggal di rumah jalan Sedap Malam No 26, tempat ditemukannya mayat Angeline.

Diakui Francky, mereka tinggal sejak Desember 2014 hingga Maret 2015 di rumah Sedap Malam. Mereka selalu melihat perlakuan kasar Margriet terhadap anak angkatnya Angeline.

Kata Francky, hampir setiap hari dia melihat teriakan dan tangisan Angeline ketika dimarahi dan dipukuli Margriet. Dia bahkan sudah bosan melihat pukulan kepada Angeline. Francky mengaku pernah meminta Margriet untuk tidak kasar, tetapi justru dibentak dengan kata “tidak usah ikut campur.”

“Dia setiap marahin Angel, selalu mengucapkan kata dasar anak tidak tau balas. Sudah dikasih hidup diurus, dikasih makan, harus tau bagaimana kerja, kerja, kerja,” katanya mengutip kata Margriet yang selalu diucapkan kepada Angeline saat memarahi.

“Dia kalau teriakin Angeline, pertama dan kedua pelan. Tapi yang ketiga selalu teriak histeris kalau Engel tidak dengar,” ucap Francky yang biasa memanggil Margriet dengan sebutan Tante Telli.

Loraine mengatakan, dia sering mengurut kaki dan tangan Angeline yang lebam. Namun, Angeline tidak pernah cerita kalau dirinya habis dipukuli.

Menurut dia, Angeline-lah yang melakukan kerjaan rutin menyapu dan mengepel rumah, termasuk bersihkan kotoran hewan. Ironisnya, dia terkadang melihat Angeline makan dari makanan yang seharusnya diberikan anjing dan kucing.

“Menu hampir setiap hari perkedel jagung. Tante Telli (Margriet) kalau masak nasi banyak, tapi untuk hewan anjing dan kucing. Memang dipisahkan, tetapi tidak pernah mengambilkan makan untuk Angeline. Terkadang, namanya anak-anak dia tidak tahu dan asal ambil. Bahkan, maaf pernah makan-makanan yang harusnya untuk anjing dan kucing,” tutur Francky di kawasan Legian, Kuta, Bali, sambil menggelengkan kepala, Rabu (17/6).

Francky mengungkapkan, selama tinggal di rumah itu, dia tidak pernah melihat anak Margriet yang lain datang ke rumah. Di rumah, hanya ada dua orang, Margriet dan Angeline, tanpa pembantu.

“Pernah cari pembantu untuk urus ayam, tapi kabur karena tidak kuat. Hanya bekerja sehari saat itu, jadi selama itu hanya Angeline yang melakukan kasih makan dan bersihkan kotoran hewan,” ucap Francky.

Bagi Francky, tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk melihat penderitaan Angeline. Bahkan dengan nada sangat menyesal saat itu, dia tidak punya kemampuan melaporkan apa yang dilihatnya selama ini.

“Saya menyesal dan mohon ampun sama anak ini. Andai saja saat itu saya laporkan, mungkin Angeline tetap bisa ceria dan tersenyum,” kata Francky sambil dielus istrinya lantaran menangis.

Menurut dia, saat inilah dia membalas kesalahan dengan mengungkap perlakuan tante Telli, sapaannya kepada Margriet, terhadap Angeline.

Agen Poker
Loading...