Angeline Jadi Ikon “Setop Kejahatan Terhadap Anak” Karna Kisah Tragisnya

49

Angeline jadi ikon stop kekerasan anak

Sapujagat.com – Dimulai pada tanggal 16 mei 2015 Bocah 8 tahun bernama Angeline awalnya disangka hilang saat bermain di depan rumah, namun ternyata anak berambut panjang ini ditemukan terkubur di kediamannya di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali.

Ditetapkannya Agus sebagai tersangka membuat terbukanya tersangka selain Agus. Hingga Kicauan Agus yang sudutkan Margriet jadi tersangka. Kasus pembunuhan Angeline yang begitu tragis menyita perhatian publik. Atas kasus tersebut Komisi Perlindungan Anak menggelar aksi setop kekerasan terhadap anak. Acara itu dilakukan di depan rumah Angeline, Jalan Sedap Malam no 26 Denpasar, Bali.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, kasus yang menimpa Angeline menjadi pelajaran semua pihak untuk memerangi tindak kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu, dia menyebut bocah imut itu sebagai pahlawan.

“Apa yang terjadi pada Angeline menjadi perhatian kita semua. Karenanya tidaklah terlalu berlebihan, anak ini (Angeline) pantas disebut pahlawan. Yah, Angeline ikon bagi kita semua untuk setop tindak kekerasan terhadap anak di dunia. Dan, hari ini kita deklarasikan itu,” teriak Arist Merdeka Sirait, di lokasi, Sabtu (20/6).

Dia pun berharap, agar kasus seperti ini tidak lagi terjadi terhadap anak-anak. Menurutnya, anak-anak hanya butuh kasih sayang dan keceriaan dalam kesehariannya.

“Seorang anak tidak tahu apa-apa, anak-anak hanya ingin bermain dengan gaya kenakalan dan keceriaan. Jangan hakimi anak-anak dan cukup Angelina jadi korban dari semua ini,” ucapnya.

Pada acara ini, selain memberikan orasi dengan menempatkan panggung di depan rumah, juga meminta secarik kertas dari seluruh masyarakat tentang aspirasi mereka terhadap tindak kekerasan kepada anak.