Tips Lengkap Hindari Kecelakaan Di Tol Cipali - Infotainment News Online Terkini

JagatTips

Tips Lengkap Hindari Kecelakaan Di Tol Cipali

on

Tips Lengkap Hindari Kecelakaan Di Tol Cipali

Kabar terakhir menyebutkan, sebuah minibus Daihatsu Grand Max terbakar di kilometer 178, atau tepatnya di wilayah Kabupaten Cirebon, Senin 6 Juli 2015, sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum terbakar, minibus bernomor polisi E 1720 NF itu menabrak kendaraan bermuatan semen dari arah belakang dan oleng sebelum masuk row dan terbakar. Akibat kecelakaan itu, 7 orang tewas.

Jalan Tol terpanjang di Indonesia, Tol Cikopo-Palimanan atau yang lebih dikenal dengan Tol Cipali memiliki panjang 116,7 kilometer. Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu 13 Juni 2015, jalan tol terpanjang di Indonesia ini telah menelan banyak korban jiwa.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Jawa Barat AKBP Baktiar Joko Mujiono mengatakan, 3 di antara korban tewas terbakar di dalam minibus tersebut. “Dua orang meninggal dalam perjalanan dan 2 orang lagi meninggal ketika perawatan. Jadi korban hingga siang ini berjumlah 7 orang,” kata Joko Mujiono, Selasa (7/7/2015).

Kendati banyak menelan korban jiwa, namun dipastikan jalan tol ini akan banyak dipakai saat mudik Lebaran nanti. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperkirakan, 45 ribu kendaraan akan memadati Tol Cipali saat arus mudik Lebaran. Itu berarti jalan bebas hambatan yang ide pembangunannya sudah tercetus sejak masa pemerintahan Soeharto ini, akan menampung separuh dari beban jalan Pantai Utara (Pantura).

Untuk Anda pemudik yang akan menggunakan Tol Cipali, berhati-hatilah dan memperhatikan tips lengkap di bawah ini agar selamat sampai tujuan.

  • Jaga kecepatan

Kontur jalan yang lurus dan mulus, membuat pengendara yang melewati Tol Cipali mampu mempersingkat waktu tempuh di jalur Pantura dari 6 jam jadi 1,5 jam, dengan kecepatan rata-rata kendaraan 80 km/jam. Jika tidak hati-hati, banyak konsekuensi yang akan dihadapi pengguna tol.

“Jalanannya seperti disetrika. Permukaannya halus banget. Tapi konsekuensinya adalah banyak sekali straight (jalur lurus) yang lebih dari 3 km. Jadi kalau lari 80 km/jam dalam semenit itu mobil seperti lari 40 km/jam, nanti terpacu untuk tambah kecepatan lagi dan hal itu bahaya,” terang Founder Rifat Drive Labs dan Duta Safety Driving Indonesia Rifat Sungkar,

  • Muatan jangan melebihi kapasitas

Salah satu faktor yang harus diwaspadai di Tol Cipali adalah angin samping (cross wind). “Itu tidak bisa dilihat. Efeknya lebih parah kalau kapasitas kendaraan sangat berat. Jadi jangan paksakan mobil melebihi kapasitas bodinya karena akan berdampak pada ban,” kata Rifat.

Selain itu, ban merupakan satu-satunya komponen pada kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. “Jadi ban itu harus diperhatikan banget karena ban harus bisa kontrol semua beban yang ada di atasnya,” tambah pereli nasional itu.

Bagi pemudik yang membawa barang bawaan di atap mobil, harus memperhatikan beberapa hal. “Semakin tinggi mobil semakin besar kemungkinan mobil limbung. Satu-satunya jalan untuk mengurangi risiko adalah menjaga kecepatan,” saran Rifat.

  • Hewan Liar

Sebuah kecelakaan terjadi pada Sabtu 20 Juni 2015 di kilometer 128, sekitar kawasan Subang, Jawa Barat. Kecelakaan terjadi gara-gara pengemudi yang tengah melaju kencang dikagetkan oleh babi hutan yang melintas di tol.

Meski tidak ada korban nyawa, tapi usaha pengemudi mengendalikan kendaraannya membuat mobilnya rusak parah. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta pengguna Tol Cipali mewaspadai keberadaan hewan liar seperti babi hutan dan musang. Menurut dia, hewan liar masih berkeliaran dan melintas di ruas tol karena sebelumnya area Tol Cipali mayoritas berupa hutan.

  • Minim penerangan dan rambu-rambu

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan, Tol Cipali masih kekurangan rambu lalu lintas dan juga Penerangan Jalan Umum (PJU). “Selain soal rambu, yang jadi catatan adalah jumlah JPU yang masih terbatas. Sehingga wajar banyak terjadi kecelakaan. Fasilitas-fasilitas pendukung sangat dibutuhkan pengguna tol demi meminimalisir kecelakaan. Beberapa rambu perlu ditambah, PJU-nya juga,” ujar Dedi.

Minimya rambu lalu lintas dan penerangan jalan juga masih dikeluhkan pengguna Tol Cipali. “Masih banyak rambu-rambu yang belum terpasang. Kalau untuk percepatan jalan memang sudah bagus,” kata Joko Siswanto, pengguna Tol Cipali.

“Kalau saya lihat lampu tolnya kurang. Kalau malam kelihatannya gelap, jadi kurang terang. Biasanya kan kalau di tol itu banyak lampu,” jelas John yang juga pengguna Tol Cipali. Fasilitas lain yang dinilai masih kurang yakni tempat istirahat  atau rest area.

  • Kondisi fisik

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher menyebut ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan di Tol Cipali. Di antaranya faktor kendaraan dan kesalahan dari pengemudi sendiri.

“Jalannya enak banget, kemudian kelelahan,” ujar gubernur yang akrab disapa Aher ini sebagaimana dikutip dari Liputan6.

Soal kondisi fisik pengendara juga diingatkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Selain berhati-hati, kata Jonan, pengendara juga harus mempersiapkan kondisi fisik yang prima.

‎”Perlu diantisipasi mengingat kondisi jalan sangat panjang dan lurus, sehingga berpotensi membuat lengah dan mengantuk pengendara,” tegas Jonan.

  • Manfaatkan rest area

Dengan jarak sepanjang itu, jalan bebas hambatan ini memiliki 8 rest area atau tempat istirahat. Adapun 8 Rest area dengan tipe berbeda-beda bisa dijadikan tempat peristirahatan khususnya para pemudik. Tol Cipali memiliki dua jenis tipe, yakni tipe A dan tipe B. Rest area tipe A memiliki tempat peristirahatan yang cukup luas dan komplet. Terdapat banyak tempat makan, restoran, minimarket, tempat ATM, ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), musala, dan toilet (WC umum). Luasnya lokasi tersebut membuat Anda leluasa untuk memarkirkan mobil.

Rest area tipe B ini dari segi lahan lebih kecil dan fasilitasnya terbatas. Hanya ada warung makan, musala, minimarket dan toilet. Rest area tipe B ini memang dari segi fasilitas minim tapi tidak salahnya jika anda mampir beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.

Berikut perincian lengkap posisi Rest Area Tol Cipali sebagaimana dikutip dari TMC Polda Metro Jaya:

Dari arah Cikopo ke Palimanan :
-KM 86+600 Res Area Type B.
-KM 102+300 Res Area type A.
-KM 130+700 Res Area type B
-KM 164-700 Res Arean type A

Dari arah Palimanan ke Cikopo :
-KM 166+700 Res Area type A
-KM130+700 Res Area type B
-KM 102+800 Res Area type A
-KM 86+600 Res Area type B

Demikian tips lengkap melewati jalan tol cipali, semoga dengan tips ini membantu anda pulang ke kampung halaman dan kembali dari kampung halaman dengan selamat, jangan lupa berdoa kepada tuhan yang maha Esa.

Recommended for you