Seluruh Korban Kebakaran Jadi Tanggung Jawab PT Mandom

46

korban korban pt mandom terbakar

Sapujagat.com – Pihak manajemen PT Mandom Indonesia membantah kebakaran yang terjadi pada Jumat (10/7) lalu, akibat kebocoran pipa gas. Menurut Direktur PT Mandom, Tugiyono, semua pabrik yang dimilikinya sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP).

“Prosedur pengecekan gas ada SOP. Semua laporan sesuai SOP. Sampai saat ini kami tidak bisa menunjukkan itu tidak baik, tapi semua dalam kondisi oke. Pagi pemeriksaan tapi tidak ditemukan hal semacam itu (kebocoran gas),” ujar Direktur PT Mandom, Tugiyono, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Minggu (12/7).

Setiap pagi, kata Tugiyono, selalu menjalankan prosedur pengecekan sebelum menjalankan oprasional. Tambah Tugiyono, bila dipabrik terdapat bau-bau gas maka operasi akan dihentikan (sementara).

“Kalau terjadi bau (gas), maka akan di cek ke pusat,” ujarnya.

Tugiyono membantah, bila kebakaran yang terjadi dikarenaka mesin tidak sesuai atau dalam kondisi tidak baik. Kata Tugiyono, tim selalu melakukan pengecekan sebelum dimulainya produksi dilakukan.

“Mesin tetap sesuai prosedur ada cek sit. Dalam keadaan bagus. Prosedur pemeriksaan tiap pagi dilakukan mengenai sambungan-sambungan yang ada di dalam lingkungan aliran gas selalu dilakukan pengecekan supaya tidak ditemukan kebocoran. Sebelum produksi pukul 08.10 WIB, dicek,” jelasnya.

Presiden Direktur Muhammad Makmun Arsyad, meminta maaf kepada semua pihak keluarga atas musibah ini, termasuk korban meninggal.

“Saya, mewakili PT. Mandom mohon maaf yang sebesarnya kepada semua pihak, terutama keluarga korban. Kami terus fokus pada penanganan keselamatan karyawan sebagai prioritas pertama,” ungkapnya di salah hotel di Jakarta Selatan, Minggu (12/7).

Makmun mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab penuh atas apa yang ditimpah oleh para korban. Selain itu, tambah Makmun, akan memberikan bantuan biaya transport, maupun konsumsi keluarga selama mendampingi korban dalam perawatan.

“Mandom akan tanggung semua biaya karyawan yang terluka. Bukan hanya itu, bantuan biaya transport, maupun konsumsi keluarga selama mendampingi korban dalam perawatan,” katanya.

“Kejadian pada Jumat 10 Juli, bermula pada pukul 09.18 WIB, pagi. Peristiwa itu terjadi pada area pengisian produk aerosol yang menggunakan gas. Sehingga, untuk sementara ini diduga kebakaran dipicu oleh ledakan gas. Namun, penyebab pasti dari ledakan kami belum dapat dipastikan. Kebakaran tersebut dapat dipadamkan kurang lebih 1 jam, yaitu sekitar pukul 10.30 WIB pagi,” jelasnya.

PT Mandom Indonesia Tbk di kawasan industri MM 2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi terbakar. Diduga penyebabnya adalah ledakan pipa gas di dalam perusahaan tersebut.

Akibat dari kebakaran itu, sebanyak enam buruh tewas terpanggang. Hingga saat ini Kepolisian mencatat jumlah korban yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 53 orang dan korban meninggal dunia akibat kebakaran menjadi enam orang.