Awas! Gratis Masuk Water Park, Pelecehan Seksual Terbesar di Dunia

561

pelecehan seksual di kolam renang

Sapujagat.com – Di musim panas banyak keluarga, pacar, teman berlibur ke tempat rekreasi Water Park untuk mencari hiburan di saat musim panas. Namun apa jadinya bila Arena Water Park di gratiskan?

Peristiwa pahit dialami setidaknya 20 gadis di sebuah taman wisata air di Hanoi, Vietnam. Gadis-gadis yang saat itu memakai bikini ini mengalami pelecehan seksual. Kekacauan ini menjadi menakutkan setelah pihak pengelola menggratiskan tiket masuk ke taman wisata air ini.

Membludaknya pengunjung membuat para staff untuk menutup pintu gerbang karena penuh sesak. Namun itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah dan tidak menghentikan kengerian di tempat ini. Para pengunjung yang tidak dapat masuk lewat pintu akhirnya memanjat pagar pembatas agar bisa memasuki area waterpark dan bisa menikmatinya dengan gratsi.

pelecehan seksual di vietnam

Pengunjung yang didominasi kaum pria itu mulai menggila. Setiap kali mereka melihat gadis berbikini, mereka mulai menciprat cipratkan air ke wajahnya, dan bagian terburuknya adalah mereka mendorong kepalanya ke dalamm air dan mulai merobek bikini yang digunakan oleh para gadis ini.

pelecehan seksual di water park

Beberapa gadis pingsan dan menangis minta tolong namun tidak ada yang berani menolong. Tercatat ada 20 gadis yang mengaku diserang secara seksual. Mereka harus berusaha sendiri keluar dari kolam itu untuk menyelamatkan diri. Beberapa yang bersama teman diselamatkan oleh temannya.

Beberapa gadis yang menjadi korban dalam serangan ini membuat sebuah pengakuan tertulis secara anonim,

pelecehan seksual di kolam renang

 

1. Kami sedang berada di pinggiram kolam, kemudian kami mendengar keributan di belakang. Saat kami berbalik ke belakang, ratusan pria menuju kami bertiga. Saya kaget dan tersedak banyak air. Mereka menenggelamkan kami dan mereka meraba raba daerah pribadi saya, sangat menyakitkan. Saat saya merasa akan tenggelam, air naik dari hidung ke otak dan tenggorokan, seseorang menarik saya keluar dari kolam renang. Saya batuk sangat keras sampai sampai tidak menyadari kalau saya benar benar telanjang.

2. Saya sedang berenang dengan teman teman, tiba tiba di belakang kamu para pria menciprat cipratkan air dengan brutal. Kami panik dan cepat cepat keluar dari kolam, namun salah seorang teman saya ditarik dan diseret ke tengah oleh gerombolan pria tersebut. Kami menangis dan berteriak, tolong bantu teman saya. Ironisnya orang orang di sekitar hanya merekam dengan ponsel sambil tertawa seolah olah sedang ada di sirkus.

3. Kakak saya pergi kesana dengan teman temannya, ketika mereka pulang, mereka menangis. Leher, bahu, dan paha mereka penuh dengan luka goresan dan memar.

4. Saya datang bersama pacar saya. Karena ramai, kami hanya main dekat kolam. Tiba-tiba saya melihat cairan kental seperti susu (sperma) di kepala pacar saya. Para pengunjung bertingkah seperti hewan, mereka masturbasi di sekitaran kolam

redwire-singapore-vietnam-water-park-perverts-attack-women-3

Ironisnya banyak sekali para pria yang bangga telah menyerang para gadis ini secara seksual. Mereka memasang status mereka di Facebook mengenai “prestasi” mereka di water park ini. Seperti berapa banyak area pribadi yang berhasil mereka raih atau berapa banyak gadis yang berhasil mereka aniaya.

Pengelola Water Park itu mendapat banyak kecaman, namun pengelola mengelak dan mengatakan hal itu terjadi karena bikini yang mereka gunakan dan kualitasnya yang buruk, tidak ada hal lain. Sementara seorang psikolog juga berkomentar, kalau yang patut disalahkan disini adalah kaum perempuan, karena mereka tidak tahu bagaimana melindungi dirinya sendiri dan di sebuah lingkungan dimana seseorang telanjang 80% atau lebih akan memicu tindakan penganiayaan atau pemerkosaaan yang tidak dapat dihindari.

Menanggapi pernyataan ini, korban dan publik memberikan komentar pedas kepadanya. Apa yang anda harapkan ketika kami pergi ke waterpark? Sebuah Armor supaya kami aman? Mereka sangat kecewa dengan pernyataan kedua orang tadi. Orang yang diharapkan dapat memberikan pembelaan malah ikut menyerang mereka dengan pernyataan mereka yang konyol.  Beberapa pria sudah tercatat dan siap untuk diajukan ke kepolisian setelah identitas mereka terungkap dari status status Facebook mereka yang sudah di Capture.