[Video] Gunung Kemukus Jadi Tempat Pesta Seks, Pemerintah Setempat Menutup Mata

97

video ritual sex mountain

Sapujagat.com – Ritual seks di Gunung Kemukus berawal dari kisah seorang pangeran muda yang memiliki hubungan asmara dengan ibu tirinya pada abad ke-16. Keduanya bercinta di puncak Gunung Kemukus, kemudian tertangkap basah, lalu dibunuh dan dikubur di sana. Kini, puncak gunung itu dijadikan tempat ‘suci’ bagi mereka yang ingin mendapatkan kemakmuran dan kemajuan hidup.

Nama Gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah mendadak tenar seantero dunia usai Patrick Abboud, jurnalis asing dari program Dateline SBS Australia membuat kisah ritual seks aneh di gunung tersebut. Lokasi itu pun kini terkenal dengan nama ‘Gunung Seks’

Jurnalis Australia, Patrick Abboud, dalam laporannya menyebutkan bahwa ia berhasil mengungkap kehidupan yang luar biasa di atas gunung. Dia mengatakan para peziarah kerap melakukan pesta seks terselubung.

Abboud mengatakan ritual aneh yang dijalankan yakni peziarah harus melakukan hubungan seks tujuh kali dengan orang asing berturut-turut setiap Jumat Kliwon.

“Ini cerita yang cukup aneh. Beberapa tahun yang lalu saya membaca sebuah artikel tentang hal itu dan ingin mempelajari lebih dalam, butuh beberapa saat untuk sampai ke sana,” katanya

“Yang lebih mengejutkan betapa banyak ribuan orang, bahkan mencapai hingga 8.000 pada malam sibuk menggelar pesta seks berbarengan,” tambah Abboud.

”Sulit untuk memahami itu, setelah berada di sana, butuh beberapa pekan untuk mencernanya.”

Tempat itu kini begitu populer sehingga menarik wisatawan lokal. Ironisnya, pemerintah setempat menarik pungutan kepada mereka yang memasuki kawasan tersebut.

“Ini sebuah kontradiksi. Pemerintah mengetahui perzinahan yang terjadi, tetapi mengabarkan sesuatu yang berbeda dan menutup mata,” kata Abboud

Menurut dia, pemerintah dan tokoh agama setempat terkesan membiarkan prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemukus. Selain bertolak belakang dengan ajaran agama, aktivitas tersebut juga rawan penyebaran penyakit kelamin. Dia menggambarkan ritual itu sebagai kejadian yang luar biasa mengejutkan.