Haedar Nashir Resmi Pimpin Muhammadiyah, Siap Bekerja Sama dengan NU untuk Mencerahkan Bangsa

38

Haedar Nashir jadi ketua umum Muhammadiyah
Sapujagat.com
Din Syamsuddin memberikan serah terima jabatan kepada Ketua umum baru Kepemimpinan PP Muhammadiyah yaitu Haedar Nashir. Proses serah terima jabatan itu digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8/2015).

Haedar sebelumnya memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan ketua umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020 yang diselenggarakan pada Rabu (5/8/2015).

Ia terpilih bersama 12 pimpinan lainnya, yaitu Yunahar Ilyas, A Dahlan Rais, M Busyro Muqoddas, Abdul Mu’ti, Anwar Abbas, Muhajir Effendy, Syafiq A Mughni, Dadang Kahmad, Suyatno, Agung Danarto, M Goodwill Zubir, dan Hajriyanto Y Thohari.

Seusai pemilihan, 13 orang terpilih itu menggelar musyawarah untuk menentukan siapa calon ketua umum baru pengganti Din pada Kamis (6/8/2015).

Proses musyawarah yang berlangsung selama 10 menit itu memutuskan untuk menunjuk Haedar sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Abdul Mu’ti sebagai Sekretaris Umum.

 

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir tak lupa mengucapkan selamat atas selesainya muktamar Nahdlatul Ulama. Sosiolog UGM ini menyatakan siap bergandengan tangan dengan NU untuk mencerahkan bangsa.

“Yang penting kita ucapkan selamat, dan Insya Allah sebagaimana tradisi kami ke depan, kita akan kerja sama dalam aspek dan program yang bisa kita kerja samakan untuk kebaikan bangsa dan umat,” kata Haedar dalam jumpa pers di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Kamis (6/8/2015).

Seperti diketahui NU telah lebih dulu menyelesaikan muktamar. Hasilnya, terpilih Rais Aam KH Ma’ruf Amin dan Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

Haedar mengatakan Muhammadiyah ingin mendorong umat beragama mengembangkan nilai-nilai toleransi, kemajuan dan perdamaian. Fokus Muhammadiyah tetap di bidang pendidikan, namun juga akan berperan di bidang politik dalam rangka mengawal kebijakan Pemerintah agar tetap berpihak kepada rakyat.

“Kemudian juga melakukan usaha-usaha yang sifatnya pengentasan kemiskinan,” ujar pria yang aktif menulis ini.

Haedar ingin membawa Islam memimpin gerakan pencerahan, tak hanya untuk Indonesia, tapi juga dunia.

“Dalam konteksi kemanusiaan universal, Muhammadiyah akan berupaya menyinergikan pihak-pihak yang berperan menciptakan kedamaian untuk area kawasan, sehingga kita bisa memberikan sumbangan etika global,” ujarnya.