Inilah Yang Bikin Daging Sapi Mahal, Warung Padang Terancam Tanpa Rendang

40

Inilah Yang Bikin Daging Sapi Mahal, Warung Padang Terancam Tanpa Rendang

Sapujagat.com – Melonjaknya harga daging sapi membuat para penjual lakukan aksi mogok dari tanggal 9-12 Agustus, makanan khas di rumah makan Padang yang menggunakan daging sapi, terancam menghilang akibat tak tersedianya daging sapi di pasar.

Salah satu penyebabnya adalah pembatasan impor daging sapi yang diterapkan oleh pemerintah.

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo mengatakan naiknya harga daging sapi di pasaran bisa dilihat beberapa sebab. Pertama, pasokan sapi di berbagai daerah yang masih belum cukup, kedua, adanya permainan harga daging sapi di pasaran.

“Jadi tidak selamanya pembatasan impor daging yang disalahkan. Kita lihat juga pasokan sapi di peternakan apakah sudah mencukupi? Kalau belum, maka pemerintah harus menambah peternakan sapi di dalam negeri,” ujar Edhy saat dihubungi merdeka.com, Senin (10/8).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menduga, ada permainan harga di pasaran yang membuat harga daging sapi kian melonjak. sebab itu, dia mendesak agar pemerintah segera sidak ke pasar untuk mendengarkan langsung permasalahan di lapangan yang sebenarnya terjadi.

“Saya juga menduga ada permainan harga di tingkat pemasok daging sapi, oleh sebab itu Kementerian Pertanian agar segera melakukan operasi pasar untuk mengetahui penyebab kelangkaan daging sapi di sejumlah pasar,” paparnya.

Seperti diketahui, harga daging sapi di pasar-pasar tradisional di Jakarta tak kunjung turun meski sudah memasuki pekan ketiga pasca Lebaran. Rata-rata harga daging sapi di pasar mencapai Rp 120.000/kg, padahal saat lebaran lalu masih Rp 110.000/kg, dan Rp 90.000/kg dalam kondisi normal.

Lonjakan harga daging sapi terjadi pasca dikuranginya impor sapi bakalan pada kuartal III-2015. Tercatat pada kuartal I-2015 diterbitkan izin impor sapi bakalan sebanyak 100.000, 250.000 ekor pada kuartal II, dan 50.000 ekor pada kuartal III.

Pengurangan impor ini dilakukan karena Kementerian Pertanian mengklaim bahwa stok di dalam negeri masih melimpah, sehingga akan merugikan peternak sapi di dalam negeri apabila dibuka impor lebih dari 50.000 ekor sapi.

Mahalnya harga daging sapi ini membuat para pedagang resah dan akhirnya memutuskan untuk melakukan pemogokan pada hari ini sebagai aksi protes. Sebab, harga daging sapi yang terlampau mahal membuat omzet para pedagang turun.

Sekadar informasi, Kementerian Pertanian pada tahun ini akan menggelontorkan 2 juta dosis semen beku (Inseminasi Buatan) ke seluruh Indonesia guna menyukseskan program swasembada daging sapi. Selama ini Indonesia mengimpor sapi sebanyak 1 juta ekor/tahun. Jika program 2 juta semen beku terlaksana dengan baik, maka tahun 2016 akan ada 1,4 juta ternak sapi.