Pendaki Gunung Semeru Meninggal Karena Tertimpa Batu Besar

44

Pendaki Gunung Semeru Meninggal Karena Tertimpa Batu Besar

Mendaki gunung merupakan aktivitas alam yang sedang trend saat ini. Banyak para pemuda dan pemudi mencoba untuk menyaksikan keindahan alam dengan mendaki ke puncak gunung.

Seorang pendaki bernama Dania Agustina Rahman, warga Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Semeru pada Rabu (12/08/2015) sore. Perempuan berusia 19 tahun ini meninggal karena tertimpa batu besar dari puncak Semeru.

Dania diketahui beralamatkan di Jalan A.R. Hakim Perbata Nomor 4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban ditemukan saat petugas TNBTS bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran untuk mencari pendaki yang hilang dan tersesat di Gunung Semeru, Daniel Saroha (31) warga Bogor. Saat itu tim SAR menemukan dua pendaki yang kondisinya tidak baik yakni meninggal dunia dan terluka.

“Saat petugas melakukan pencarian terhadap pendaki yang hilang bernama Daniel Saroha (31), warga Bogor yang juga belum ketemu, petugas mendapati pendaki lain bernama Dania yang meninggal dunia karena tertimpa batu berukuran besar dari puncak Semeru,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi di Lumajang, Rabu malam.

Jenazah Dania dievakuasi tim SAR gabungan menuju ke Rumah Sakit Umum dr Haryoto Kabupaten Lumajang.

“Jenazah dievakuasi dari jalur pendakian Semeru menuju Ranu Pane, selanjutnya dibawa dengan mobil ambulans menuju ke RSU dr Haryoto Lumajang,” kata Ayu Dewi Utari sebagaimana dilansir AntaraNews.

Untuk pendaki satunya diketahui bernama M. Rendika (18) beralamatkan di Jalan Penguin 7 Nomor 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Medan, Sumatera Utara. Rendika mengalami patah kaki

“Kami sudah menghubungi keluarga pendaki yang meninggal dunia dan mereka dalam perjalanan menuju ke RSU dr Haryoto Lumajang, sedangkan pendaki yang mengalami patah tulang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Syaiful Anwar Malang yang didampingi adiknya bersama tim Tagana dan PMI ke rumah sakit setempat,” paparnya.

Lebih lanjut Ayu menjelaskan pendaki perempuan yang meninggal tersebut ditemukan sekitar 200 meter di bawah puncak Semeru (Mahameru) dan penyebab meninggalnya korban karena tertimpa batu besar yang terjatuh dari puncak.

“TNBTS sudah melarang pendaki untuk naik ke puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, namun masih saja banyak pendaki yang nekat menerobos naik ke Mahameru,” keluhnya.

Sementara itu, petugas TNBTS bersama tim SAR gabungan belum menemukan pendaki asal Bogor yang hilang di jalur pendakian Semeru usai korban naik ke puncak Semeru.

“Semeru berduka dan mulai besok Kamis (13/8) dilakukan Open SAR untuk mencari pendaki Daniel yang belum ditemukan,” katanya.

Dengan demikian, tercatat satu pendaki meninggal, satu pendaki terluka, dan satu pendaki masih dinyatakan hilang di jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).