Elanto Wijoyono Sang Aktivis Penghadang Moge Nakal

61

Elanto Wijoyono sang aktivis penghadang moge

Sapujagat.com – video  berjudul “Semua pengguna jalan harus taat peraturan lalu lintas” dan diunggah oleh akun bernama Maju Pantang Mundur. Terlihat video itu diunggah tanggal 15 Agustus 2015, hari yang sama saat Pria bernama Elanto Wijoyono atau Joyo (32) itu beraksi menghadang pengguna Moge ada yang melanggar aturan berlalu lintas.

Aksi Elanto Wijoyono menghadang konvoi moge di perempatan Condong Catur, Yogyakarta, Sabtu (15/8/2014), ramai dibahas di media sosial. Keberanian Elanto memalang sepeda memprotes konvoi moge yang disebutnya kerap melanggar aturan mengundang apresiasi di dunia maya.

Namun ternyata aksi Elanto hari ini bukanlah yang pertama. Rupanya Elanto sudah sejak lama aktif menghadang moge yang melintas di Yogyakarta. Bisa dikatakan Elanto ini aktivis penghadang moge nakal.

Tengok saja di situs berbagi video Youtube, Elanto sudah memposting aksinya menghadang konvoi moge di Yogyakarta sejak Mei 2014. Dia tak beraksi sendiri, ada semacam tim yang mendampingi. Bersama rekan-rekannya, dia rajin memprotes para pengguna moge dan polisi yang mengawal.

Untuk aksi hari ini, Elanto pun sudah membuat woro-woro di akun twitternya. Dia mengajak warga Yogyakarta menghadang konvoi moge yang akan melintas di kota pelajar itu.

“Ayo hadang laju moge ber #voorijder patwal & moge arogan. Siang: kota, 3pm per4an ringroad concat cc @Korlantas @RTMC_Jogja #Jogja #JBR2015,” begitu bunyi seruan Elanto lewat akun twitter @joeyakarta.

Aksi Elanto yang hari ini berbaju hitam menghadang laju konvoi Moge di sebuah perempatan jalan di Yogya akhirnya ramai jadi diperbincangan publik di media sosial. Dengan berani Elanto memalang sepedanya di perempatan Condong Catur menghadang konvoi moge yang hendak menuju Prambanan.

Elanto tak hanya menghadang, tapi juga menegur pengguna moge yang tak tertib. Aksinya akhirnya diikuti oleh warga lainnya.

“Masalahnya ada penggunaan patwal. Sebagai warga memandangnya fungsi (patwal) untuk darurat Negara, bukan mengawal rombongan tidak penting,” kata Elanto membeberkan alasan aksinya kepada wartawan di perempatan Condong Catur, Sleman, Sabtu (15/8/2015).

Video berdurasi 9.39 menit ini sudah ditonton 2.006 orang. Saat melihat ke dalam rekaman itu, sekitar 20 moge menerobos lampu merah yang dikawal oleh patwal kepolisian. Padahal sebuah kendaraan truk yang berada di belakang mode berhenti saat lampu merah sedang menyala. Moge ini juga menggunakan rotor dan sirine.

“Cari patwalnya,” terdengar suara yang hendak mencari patwal kepolisian yang membawa rombongan mode itu.

Anehnya, terlihat beberapa polisi lantas yang berada di sana juga membuka jalan untuk moge itu dan menahan kendaraan lainnya untuk melaju.

Joyo maju ke depan dan mencoba menghadang laju moge. Tindakan Joyo itu dibalas oleh pengendara moge dengan menggeber gas kendaraannya sehingga raungan mesin semakin membesar dan berlalu begitu saja.

Rombongan pertama moge ini pergi begitu saja dan Joyo mencoba menepi ke arah kiri dan berbicara dengan seorang polisi. Selang beberapa detik, rombongan moge kedua juga melintas. Kendaraan yang melaju dari arah kiri sempat berhenti dan memberikan jalan kepada rombongan mode itu. Melihat aksi itu, Joyo maju ke depan garis penyeberangan. “Enggak bisa ini pak,” kata Joyo kesal dan mencoba berbicara dengan seorang polantas di sana.

“Ini menganggu pak,” kaya Joyo pada polisi. Sayangnya polisi itu hanya diam dan terus bekerja memberi jalan kepada pengendara moge.

Joyo kembali ke tengah bersama rekan-rekanya dan menghadang para moge itu. “Lampu merah,” kata Joyo. Joyo bersama rekannya tetap berdiri di tengah dan menghadang kendaraan. Polisi yang berada di sekitarnya hanya menyaksikan dan memberikan jalan kepada kumpulan moge itu.