Suharno Pelatih Tim Arema Cronus Meninggal Dunia Karna Serangan Jantung

53

Sapujagat.com– Innalillahiwainalillahirojiun, Sepakbola nasional dirundung duka yang datangnya dari Malang. Pelatih Arema Cronus FC, Suharno, tutup usia usai mengalami serangan jantung.

“Benar pelatih tutup usia pukul 8 malam tadi,” ucap juru bicara Arema, Sudarmaji, saat dikonfirmasi detikSport, Rabu (19/8) malam WIB.

“Mohon maaf tidak bisa memberikan keterangan lebih panjang. Kami mohon untuk mengurus semuanya dulu,” sambungnya.

Dilansir Twitter Arema Cronus, Suharno meninggal dunia di Puskesmas Pakisaji.

“Innalillahiwainalillahirojiun..telah wafat guru dan pelatih kami Coach Suharno di puskesmas pakisaji.semoga khusnul khotimah.#aremaberduka,” tulis akun twitter Arema Cronus.

Jenazah Suharno akan disemayamkan di rumah duka di Blitar pada pukul 22.00 WIB.

Pria berusia 55 tahun itu sudah menukangi Arema sejak November 2013. Sebelumnya dia sempat berkarier sebagai pemain selama 12 tahun. Dia memulai kariernya di PS Banteng dan pensuiun setelah tiga musim bermain untuk Niac Mitra.

Awalnya belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Suharno. Kabar awal menyebut Suharno tiba-tiba dilarikan ke Puskesmas Pajisaki, Kabupaten Malang, setelah sore harinya sempat memimpin latihan rutin Arema di Stadion Kanjuruhan.

Konfirmasi akhirnya didapat dari CEO Arema, Iwan Budianto, yang menyebut Suharno meninggal dunia akibat serangan jantung, saat sedang menjalani perawatan di puskesmas.

“Penyebabnya jantung, Coach Suharno meninggal dalam perawatan di Puskesmas Pakisaji,” tutur Iwan kepada detikSport.

Dituturkan oleh Iwan, Suharno awalnya tampak sehat namun mendadak ambruk hingga dilarikan ke Puskesmas.

Iwan belum dapat memberikan keterangan panjang lebar lantaran sibuk mengurusi prosesi kematian Suharno.

Iwan mewakili Arema, Iwan kemudian meminta maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan almarhum selama melatih Arema. Rencananya, malam ini jenazah akan diberangkat ke rumah istrinya di Blitar, Jawa Timur.

Karier kepelatihannya dimulai di klub Niac Mitra sebagai asisten pelatih tahun 1988. Pada Agustus 2012 dia dikontrak Gresik United sebelum dipecat pada tanggal 28 Februari 2013. Lalu pada 27 Juli 2013 dia setuju untuk melatih Persibo Bojonegoro.

Suharno sendiri bukan orang baru di Arema. Sebelumnya dia juga sempat melatih Arema pada tahun 1996/1997.

Karier Pemain

1978 : PS Banteng
1979-1981: Ragunan
1981-1987: Perkesa 78
1987-1990: Niac Mitra

Karier Kepelatihan

1988 – 1990: Asisten pelatih Niac Mitra – Galatama
1990 – 1994: Pelatih Gelora Dewata – Galatama
1990 – 1996: Pelatih Gelora Dewata – Divisi Utama
1996 – 1997: Arema Malang – Divisi Utama
1997 – 1999: Persikab Bandung – Divisi Utama
1999 – 2000: Persema Malang – Divisi Utama
2001: PSS Sleman – Divisi Utama
2002 – 2003: Deltras Sidoarjo – Divisi Utama
2003 – 2004: Persiba Bantul – Divisi I
2004 – 2005: Persipura Jayapura – Divisi Utama
2005 – 2006: Persibat Batang – Divisi I
2007 : PKT Bontang – Divisi Utama
2007 – 2008: Persis Solo – Divisi Utama
2008 – 2009: Persiwa Wamena – ISL
2009 – 2010: Persikab Kabupaten Bandung – Divisi I
2010 – 2011: Persiwa Wamena – ISL
2011-2012: Asisten pelatih Timnas Indonesia
2011-2012: Arema Indonesia
2012-2013: Persegres Gresik United
2014 – …. : Arema Indonesia