Masalah Kampung Pulo, Ahok Akan Gelontorkan Rp 5 Juta Bagi Tiap Warga

43

Sapujagat.com – Puluhan rumah warga di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (20/8) siang telah rata dengan tanah setelah digusur buldozer. Penertiban Kampung Pulo yang dilaksanakan pada Kamis pagi ini berlangsung ricuh.

Warga melempar batu ke arah petugas, sementara petugas menembakkan gas air mata sebagai peringatan. Bahkan, alat berat (backhoe) untuk menggusur bangunan liar juga dibakar warga.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak terkejut lagi mengetahui adanya bentrokan yang terjadi antara warga Kampung Pulo dan petugas Satpol PP DKI serta aparat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Meski demikian, penertiban pemukiman liar 500 kepala keluarga (KK) Kampung Pulo tetap harus dilaksanakan.

“Mau tidak mau harus jalan. Pasti ribut. Enggak ada pilihan,” kata Basuki di Balai Kota, Kamis (20/8/2015). 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan memenuhi tuntutan warga untuk membayar uang kerahiman atau ganti rugi. Sebab, Pemprov DKI sudah menyediakan pengganti rumah bagi mereka, yakni unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jatinegara Barat. Namun ia mengungkapkan saat Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI pernah memberi sejumlah uang kepada warga korban gusuran Waduk Ria Rio.

Menurut Basuki, uang itu bukanlah kompensasi maupun uang ganti rugi (kerahiman) bagi warga Ria Rio, melainkan uang untuk kembali ke kampung halaman masing-masing.

“Semacam karena mereka minta mau pulang kampung, ya sudah dikasih deh (uang sama Jokowi),” kata Basuki di Balai Kota, Kamis (20/8/2015).

Bahkan, lanjut Basuki, sikap Jokowi tersebut akan ditiru oleh dirinya untuk warga Kampung Pulo. Dengan syarat, warga Kampung Pulo itu mau kembali ke kampung halaman dan tidak balik lagi ke Jakarta serta mendirikan bangunan liar di atas lahan negara.

Uang itu tidak akan dianggarkan Basuki di dalam APBD, tetapi melalui kantong pribadinya. “Kalau mereka minta mau pulang kampung, enggak usah (masuk) rusun, saya kasih saja Rp 5 juta satu orang. Pakai duit pribadi, gue kasih. Karena rusun itu lebih mahal, saya bangun rusun Rp 200 juta-Rp 500 juta kok,” kata Basuki.

Penawaran ini, lanjut dia, sudah pernah diajukan kepada banyak pihak. Bahkan, ia juga pernah menawari orang kampung yang tidak memiliki modal pulang kampung untuk menyewa truk.

Ngurangin orang di DKI bagus, pulang kampung sana. Saya mah fair-fair saja. Saya mah santai saja kok,” kata pria yang biasa disapa Ahok itu.