Korut Tembak Empat Artileri Korsel Balas Tembak 29 Artileri, Kim Jong Un Siaga Perang

30
North Korean leader Kim Jong Un gives field guidance at the construction site of the Sci-Tech Complex in this undated photo released by North Korea's Korean Central News Agency (KCNA) in Pyongyang February 27, 2015. REUTERS/KCNA (NORTH KOREA - Tags: POLITICS) ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS PICTURE IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. NO THIRD PARTY SALES. NOT FOR USE BY REUTERS THIRD PARTY DISTRIBUTORS. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA

Sapujagat.com – Melalui jalur khusus telepon militer, Korea Utara sudah memberi waktu 48 jam bagi Korea Selatan (Korsel) agar melepas pengeras suara yang menyuarakan pesan-pesan anti-Pyongyang.

Wakil Menteri Pertahanan Korsel Baek Seung-joo mengatakan, kemungkinan Korut akan menembak 11 lokasi dengan sejumlah pengeras suara telah ditempatkan di sisi Korsel dari Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara itu.

Ketegangan meningkat hari Kamis saat Korut menembakkan empat artileri ke wilayah Korsel. Demikian kata pihak Seoul. Tembakan artileri itu dilihat sebagai protes terhadap siaran propaganda tersebut. Korsel kemudian membalas dengan menembakkan 29 peluru artileri.

Pyongyang menuduh Korsel menciptakan dalih untuk menembak ke wilayah Korut.

korea-utara-tetapkan-status-siaga-perang-rev-1

Aksi saling tembak itu merupakan yang pertama dalam 10 bulan terakhir. Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, memerintahkan tentaranya untuk berada dalam kondisi siap tinggi dan siap perang mulai pukul 17.00, Jumat (21/8/2015) ini, setelah pemerintahannya mengeluarkan ultimatum kepada Seoul untuk menghentikan siaran propaganda anti-Pyongyang paling lambat Sabtu sore besok atau akan menghadapi aksi militer.

Duta Besar Korea Utara untuk Tiongkok, Ji Jae Ryong, pada Jumat sore mengadakan konferensi pers. Ji menegaskan lagi peringatan tentang batas waktu hari Sabtu. Dia mengatakan bahwa negaranya tidak hanya menggertak dengan kata-kata, tetapi berani bertindak.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, sebelumnya melaporkan, “Kim Jong Un mengeluarkan perintah sebagai panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) agar semua unit KPA di garis depan berada dalam kondisi siaga dan siap untuk meluncurkan operasi dadakan.”

Keputusan itu, lanjut KCNA, diambil dalam sebuah rapat darurat Komisi Pusat Militer yang diketuai Kim Jong Un pada Kamis malam.

 

 

Agen Poker
loading...