Dolar AS Tembus Rp 14 Ribu, Rupiah Dalam Tekanan

Sapujagat.com – Sepanjang hari ini, mata uang Garuda sempat menyentuh level terlemah Rp14.054/US$ dan terkuat Rp13.952/US$. Mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah dan hanya Yen Jepang yang menguat 1,21%. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 66 poin atau 0,47 persen pada perdagangaan hari ini, Senin (24/8).

Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka, rupiah melemah 36 poin atau 0,26% ke Rp13.977/US$.

Pada pk. 08:02 WIB, rupiah jadi melemah 51 poin atau 0,37% ke Rp13.992/US$, dan bergerak di kisaran 13.977—14.005.

Kurs rupiah pada perdagangan di pasar spot ditutup anjlok 0,78% atau 109 poin ke level Rp14.050/US$. Sepanjang hari ini, mata uang Garuda sempat menyentuh level terlemah Rp14.054/US$ dan terkuat Rp13.952/US$. Mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah dan hanya Yen Jepang yang menguat 1,21%.

Kurs rupiah pada perdagangan hari ini di pasar spot sempat menembus Rp14.053 per dolar Amerika Serikat. Level tersebut terjadi pada pukul 09:30 WIB. Namun, menjelang penutupan perdagangan, rupiah menguat dan berada di level Rp14.027/US$.

Mata uang di Asia Tenggara kompak melemah, ringgit Malaysia paling anjlok.

Dolar Singapura (-0,36%), peso Filipina (-0,31%), ringgit Malaysia (-1,38%), baht Thailand (-0,26%), dan rupiah melemah 0,65% ke Rp14.032/US$

 

Rupiah terdepresiasi 62 poin atau merosot 0,44% ke Rp14.003 per dolar AS pada jeda siang perdagangan saham

Rupiah pada pagi ini sempat melemah melampaui 14.000 dolar. Bloomberg mengemukakan pelemahan dalam tersebut untuk pertama kalinya terjadi sejak tahun 1998

Rupiah diperdagangkan melemah 0,33% atau terdepresiasi 46 poin ke Rp13.987 per dolar AS pada pukul 10.33 WIB.

Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) masih bertahan di bawah level Rp14.000 per dolar AS pada Senin (24/8).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan Jisdor di Rp13.998 per dolar AS, turun 103 poin atau terdepresiasi 0,74% dari kurs akhir pekan lalu.

Jisdor masih bertahan 2 poin di bawah Rp14.000 dolar AS meski rupiah sempat menyentuh level Rp14.054 per dolar AS di pasar spot.

Rupiah ditransaksikan di level Rp14.002 per dolar AS saat perdagangan di bursa saham dibuka, melemah 61 poin atau terdepresiasi 0,44% dari level penutupan Jumat.

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini masih dalam tekanan.

“Rupiah sepertinya masih akan bertahan di bawah 14.000 untuk beberapa saat, tetapi masih dalam tekanan,“ kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (24/8/2015).

Dikemukakan Jumat malam bursa AS turun dalam. bersamaan dengan penurunan indeks dolar beserta yield US Treasury.

“Kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global mulai memberikan tekanan terhadap pasar saham AS, walaupun itu bisa berarti penundaan kenaikan suku bunga the Fed lebih lama lagi,” kata Rangga dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (24/8/2015).

Sementara itu, ujarnya, indeks manufaktur AS yang diumumkan turun, juga menambah pesimisme terhadap perekonomian.

Dari dalam negeri, rupiah melemah tajam hingga penutupan Jumat sore, bersamaan dengan penguatan dolar di pasar Asia. Pasar SUN dan IHSG juga turun dalam di hari yang sama.

Harga komoditas yang masih juga turun diperkirakan masih akan mempertahankan tren pelemahan rupiah. Hingga Jumat malam harga minyak kembali jatuh hampir 3%.

“Kebijakan stabilisasi oleh Bank Indonesia serta OJK diperkirakan bisa membantu mencegah penurunan aset rupiah yang terlalu dalam, walaupun aksi jual oleh asing yang kuat akan sulit terbendung,” kata Rangga.

Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Senin (24/8/2015) rupiah melemah 36 poin atau 0,26% ke Rp13.977/US$.

Pada pk. 08:02 WIB, rupiah jadi melemah 51 poin atau 0,37% ke Rp13.992/US$, dan bergerak di kisaran 13.977—14.005.

Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya? Ikuti lajunya secara live hingga penutupan.

“(Pasar masih) khawatir perlambatan ekonomi China.T ren penguatan dolar AS atas mata uang emerging market berdampak buruk bagi rupiah. Kondisi ini memicu ke luarnya dana global dari pasar emerging market termasuk Indonesia. Selama sepekan IHSG koreksi 5,44% dan rupiah anjlok 0,96% di Rp13.895 (kurs Jisdor). Sedangkan berdasarkan kurs Bloomberg, kurs rupiah akhir pekan lalu sudah di Rp13.941/US$,” kata Analis First Asia Capital David Sutyanto dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (24/8/2015).

NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (24/8/2015) bergerak pada rentang Rp13.828-RpRp 13.896.

Kepala Riset NHKSI Reza Priyambada mengatakan laju dolar AS sedang mengalami pelemahan, seiring dengan keraguan pelaku pasar terhadap kemungkinan The Fed akan menaikan suku bunganya di bulan September 2015.

Awal pekan, Senin (24/8/2015), indeks dolar kembali melemah dan membuka lembaran level 94. Indeks melemah 0,13% ke 94,889.

Indeks dolar AS pada akhir pekan, Jumat (21/8/2015) anjlok 1,01% ke 95,008

Pergerakan dolar AS dalam kurs JISDOR terus menguat. Terlihat dari 4 Agustus 2015, kurs dolar AS masih Rp 13.495, dan di 24 Agustus 2015 sudah mencapai Rp 13.998.

Berikut daftar kurs dolar AS menurut JISDOR sejak 4 Agustus 2015, seperti dilansir dari situs BI, Senin (24/8/2015).

  • 4 Agustus 2015: Rp 13.495
  • 5 Agustus 2015: Rp 13.517
  • 6 Agustus 2015: Rp 13.529
  • 7 Agustus 2015: Rp 13.536
  • 10 Agustus 2015: Rp 13.536
  • 11 Agustus 2015: Rp 13.541
  • 12 Agustus 2015: Rp 13.758
  • 13 Agustus 2015: Rp 13.747
  • 14 Agustus 2015: Rp 13.763
  • 18 Agustus 2015: Rp 13.831
  • 19 Agustus 2015: Rp 13.824
  • 20 Agustus 2015: Rp 13.838
  • 21 Agustus 2015: Rp 13.895
  • 24 Agustus 2015: Rp 13.998
Agen Poker