Inilah Yang Membuat Ganja Dapat Membunuh Sel Kanker

53

Sapujagat.com – Benarkah Ganja dapat berfungsi sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit Kanker? Siapa sangka, tanaman ini ternyata bikin orang terkejut jika mengetahui sisi lain dari tanaman yang sangat dilarang di Indonesia.

Dilansir dari laman The Independent, The Daily Caller melaporkan National Institute on Drug Abuse (NIDA) telah mengeluarkan laporan yang mengakui manfaat kesehatan dari ganja. Padahal sebelumnya pemerintah Amerika Serikat telah menolak fakta tersebut karena ganja masuk dalam klasifikasi Schedule I Drugs.

Kanker membunuh hingga 20.000 orang di seluruh dunia setiap hari, menurut perkiraan kesehatan global, salah satunya karena cara pengobatan terhadap penyakit kanker yang tergolong masih sangat “tradisional”, berhubung cara pengobatan yang masih berlangsung sekarang ini sebenarnya ditemukan tahun 1975, dan tidak ada perubahan berarti selain perubahan jenis obat, selain kemoterapi dan radioterapi.

Jadi, peneliti kesehatan untuk pemerintah AS mengklaim bahwa cannabinoids – bahan aktif dalam ganja – dapat menghambat penyakit kanker dengan menyebabkan kematian sel dan memblokir pembuluh darah utama yang dibutuhkan oleh tumor untuk tumbuh. Mereka mengatakan studi pada tikus menunjukkan cannabinoids mungkin dapat membunuh sel kanker dan tetap melindungi sel-sel normal.

Ditemukan bahwa bahan kimia kunci dalam ganja efektif memerangi kanker usus, kanker hati, kanker payudara dan beberapa bentuk lain dari penyakit ini. Ia juga menyarankan bahwa cannabidiol dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi – tanpa efek samping buruk.

Seorang peneliti kesehatan di website Cancer.org pemerintah AS mengklaim: “Studi pada tikus menunjukkan bahwa cannabinoids dapat menghambat pertumbuhan tumor dengan menyebabkan kematian sel, menghambat pertumbuhan sel, dan menghalangi perkembangan pembuluh darah yang dibutuhkan oleh tumor untuk tumbuh.

Studi laboratorium dan hewan telah menunjukkan bahwa cannabinoids mungkin dapat membunuh sel-sel kanker sekaligus melindungi sel-sel normal. “Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa cannabinoids dapat melindungi terhadap peradangan usus besar dan mungkin memiliki potensi dalam mengurangi risiko kanker usus besar, dan mungkin di pengobatannya.

“Sebuah studi laboratorium bahwa delta-9-THC pada karsinoma hepatoseluler (kanker hati) sel menunjukkan dapat merusak atau membunuh sel-sel kanker. Penelitian yang sama dari delta-9-THC pada model tikus dengan kanker hati menunjukkan bahwa ia punya efek anti tumor.”

kayla

Semoga hasil penelitian ini segera bisa diakses oleh para pasien kanker ya, termasuk di sini. Karena terapi dengan zat aktif ganja ini jauh lebih murah dan efektif serta tidak menyakiti seperti pada kemoterapi.

 

Agen Poker
Loading...