Karna Faktor Ini Rupiah Melemah

Sapujagat.com – Sepanjang hari ini, mata uang Garuda sempat menyentuh level terlemah Rp14.054/US$ dan terkuat Rp13.952/US$. Rupiah terpuruk dan sempat menembus level Rp 14.006 dari sesi penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp 13.940 per dolar AS.

Reuters mencatat, rupiah sampai saat ini telah anjlok 12,95 persen sejak dibuka pada awal perdagangan tahun ini di level Rp 12.400 per dolar AS. Anton H. Gunawan, Ekonom yang juga Advisor di Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG), menilai rupiah masih akan bergejolak untuk beberapa waktu terakhir karena banyak sentimen yang memicu pelarian modal dari pasar uang. Dari eksternal, investor menyoroti soal ketidakpastian rencana normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat dan ancaman depresiasi Yuan China dan Ringgit Malaysia.

“Kalau bicara year to date (Januari sampai hari ini), ringgit Malaysia itu mengalami depresiasi yang paling parah di kawasan Asean,” jelasnya kepada CNN Indonesia, Senin (24/8).

Investor dalam negeri, lanjut Anton, sebenarnya lebih banyak menunggu dan mengikuti strategis yang diambil oleh investor luar negeri. Sementara investor asing selain memperhatikan kondisi domestik Indonesia, juga mempertimbangkan peluang global.

“Kalau mau jujur, mereka yakin Indonesia masih lebih bagus di Asia dibandingkan beberapa emerging market seperti China yang sedang anjlok, Malaysia dan Thailand kena masalah politik,” tuturnya.

Sementar dari dalam negeri, lanjutnya, struktur ekonomi dan pasar uang Indonesia yang mirip-mirip dengan Malaysia turut berpengaruh terhadap pelemahan kurs. Indikatornya antara lain ketergantungan yang tinggi terhadap ekspor komoditas, serta kepemilikan asing yang cukup besar di pasar saham dan obligasi.

“Itu dua yang agak mirip. Walaupun di Indonesia saat ini tidak ada masalah politik yang berat seperti di Malaysia dan Thailand,” tuturnya.

Terlepas dari masalah eksternal tersebut, Anton mengatakan ada dua indikator ekonomi utama yang saat ini  menjadi perhatian dan pertimbangan investor pasar uang.  Pertama adalah perlambatan ekonomi, terutama dari sisi konsumsi yang melemah.

“Pembangunan infrastruktur yang diharapkan bisa meningkatkan konsumsi dan menahan perlambatan ekonomi, itu masih belum terlalu cepat. Karena memang ekspektasinya terlalu tinggi sebelumnya,” jelas Anton.

Faktor kedua adalah kejatuhan rupiah yang masih berlanjut. Menurutnya, selama kurs terus melamah, maka pemodal asing di portfolio akan memilih untuk keluar.

“Dari kedua faktor ini, kebijakan fiskal dan moneter diharapkan sejalan dalam mengatasi perlambatan ekonomi. Mau tidak mau harus fokus ke growth di samping melakukan stabilisasi pasar uang,” tuturnya.

Ketum Golkar Dorong Pemerintah Bentuk Pusat Krisis

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mendorong agar pemerintahan Presiden Jokowi segera membentuk pusat krisis.

“Saya harap betul pemerintah segera membuat pusat krisis untuk menangani masalah yang begitu berat itu,” kata Ical dalam rapat fraksi Partai Golkar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Dia mencermati bursa sudah turun mendekati lima persen tadi pagi. Menurutnya, kondisi ekonomi global ini sudah sampai taraf membahayakan Indonesia.

“Saya beri catatan, pemain bursa bukan hanya orang kaya. Banyak teman-teman saya yang pemain bursa bukan orang kaya. Dolar sudah Rp 14 ribu. Dan ini tentu membahayakan perekonomian kita, baik bagi pemerintah maupun dunia usaha,” kata Ical.

Usulan pembentukan pusat krisis ini sudah disusulkan Golkar ke pemerintah beberapa kali. Harapannya, agar ada satu komando yang pasti untuk mengatasi gejolak ekonomi.

“Tidak bisa satu menteri bergerak ke kanan sementara menteri yang lain bergerak ke kiri. Harus satu komando,” ujar Ical.

Dia memaparkan, Produk Domestik Bruto (PDB) memperlihatkan hanya 20 persen yang berkaitan dengan APBN. 20 Persen sisanya adalah berkaitan dengan geliat ekonomi masyarakat.

APBN yang penyerapannya rendah memang perlu dibenahi, namun masalah tak akan selesai bila pemerintah hanya fokus pada penanganan APBN.

“Pemerintah kami harapkan dapat memberikan dukungan terhadap dunia usaha,” ujar Ical.

Mereka memaparkan dalam ‘slide show’ defisit anggaran diperkirakan Rp 76,4 triliun dari Rp 22,5 triliun. Soal ekonomi, Golkar mempunyai Badan Pengkajian Ideologi, Legislasi, dan Kebijakan Publik yang diketuai Ponco Sutowo. Badan ini untuk memberi arahan kerja legislasi di bidang ekonomi, agar selalu selaras dengan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam bidang ekonomi, Golkar telah mengusulkan RUU Penjaminan UMKM. Diharapkan itu bisa memberi angin segara pada UMKM di Indonesia.

Ical menuturkan, perlu produk legislasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dia memandang dalam hal UUD 1945, batang tubuh sudah bergeser sejak era reformasi dari mukadimahnya, maka perlu amandemen UUD 1945.

“Tentu nantinya pada UUD-nya, agar UU yang kita miliki sesuai dengan Pancasila dan Mukadimah UUD 1945. Kita memulainya dari RUU Perbankan, nanti dilanjutkan RUU Bank Indonesia,” ujar Ical.

Agen Poker