Terjadi Lagi, Tolikara Melarang Umat Islam Shalat Idul Adha

51

Masyarakat umat islam di Tolikara pernah dilarang solat Idul Fitri dan mesjidnya di bakar oleh masyarakat disana. Kini terjadi lagi, masyarakat umat islam Tolikara dilarang untuk solat Idul Adha 24 September mendatang.

Kelompok Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dikabarkan kembali melarang umat Islam di Tolikara, Papua untuk melaksanakan shalat Idul Adha pada 24 September mendatang. Hal tersebut disampaikan tokoh muslim Tolikara, Ustadz Ali Mukhtar.

Menurut Ustadz Ali Mukhtar, GIDI mengajukan tiga syarat jika umat Islam di Tolikara ingin melaksanakan shalat Idul Adha. Apabila tiga syarat itu dipenuhi, GIDI akan membolehkan pelaksanaan shalat Idhul Adha, begitupula sebaliknya.

Syarat pertama, kata dia, GIDI meminta nama baiknya diperbaiki dan meminta gereja GIDI di Solo dibuka kembali. Kedua, pelaksanaan shalat Idul Adha dijamin aman jika dua pemuda GIDI yang jadi tersangka, dibebaskan dari tahanan. Ketiga, kasus Tolikara harus diselesaikan secara hukum adat.

Kendati dilarang oleh GIDI, Ustadz Ali Mukhtar mengatakan, umat Islam di Tolikara akan tetap melaksanakan shalat Idul Adha. Hal itu sesuai dengan hasil pertemuan di kantor Kemenkopolhukam, Sabtu (5/9) lalu. “Kalau ada yang melakukan tindakan anarkis, berarti melawan negara,” ujar Ustadz Ali Mukhtar.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berjanji akan segera mengecek kebenaran informasi adanya larangan umat muslim di Tolikara, Papua menggelar shalat Idul Adha.

Langkah ini penting dilakukan, agar pemerintah dapat segera mengambil kebijakan. Sehingga isu-isu terkait agama, dapat terus diminimalisir dan hilang dari Indonesia. “Saya belum dengar, nanti pasti akan saya cek,” ujar Tjahjo, Senin (7/9).