Palsukan Orderan, Modus Baru Pengendara Go-Jek

47

Sapujagat.com -Semakin maraknya pengendara ojek online tentunya juga membuat persaingan antar pengendara jasa ojek online itu sendiri.

Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang dengan membuat orderan palsu atau melakukan order fiktif.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pengendara Go-Jek berinisial MA yang baru terjun di dunia ojek online selama empat bulan.

“Adanya persaingan dan memang untuk memaksimalkan pendapatan, maka ada yang bikin orderan fiktif,” jelasnya.

Menurut penelusuran Beritasatu.com, orderan fiktif tersebut dijalankan dengan menggunakan dua perangkat ponsel berbeda yang dimiliki oleh sang pengendara Go-Jek.

Ponsel pertama yang merupakan milik pribadi digunakan untuk membuat pesanan. Kemudian ponsel kedua yang diberikan oleh perusahaan digunakan untuk menerima pesanan tersebut.

Setelah pesanan dibuat dan diambil, lantas pengendara bertindak seolah-olah mengantar sang pemesan, padahal sebenarnya tidak ada yang memesan alias hanya pengendara yang mengendarai motornya sendiri. Ojek tersebut berlaku seolah-olah mengantar pelanggan sesuai dengan order fiktif yang telah dilakukannya tadi.

“Mereka punya dua handphone. Satu dari kantor untuk menerima pesanan, yang satu milik dia sendiri untuk memesan. Atau kalau tidak dia bersekongkol dengan istri atau kerabat dekatnya,” tambahnya.

Kecurangan yang menjadi marak tersebut tentu saja merugikan perusahaan dan membuat pengendara Go-Jek lain menjadi kesulitan mendapatkan order.

Adapun sanksi bagi para pengendara Go-Jek yang terbukti melakukan kecurangan tersebut berupa penggantian hasil kerja sebesar tiga kali lipat.

“Si pengemudi yang mendapatkan hasil Rp. 5.000.000 maka ia harus mengganti dengan membayar sebesar Rp. 15. 000.000, jika terbukti melakukan order fiktif,” tutup MA.