Inilah Roy Widya aka Blackpanda Dicari Hidup atau Mati Karena Penipuan Rekber Kaskus

322

Kabar mengenai penipuan online oleh rekber Blackpanda mencuat setelah akun Bisbet membuat thread berjudul Wanted Dead or Alive Roy Widya a.k.a. Blackpanda, pekan lalu.

Dalam thread itu disebutkan rekber Blackpanda merupakan akun milik Roy Widya yang diketahui berdomisili di Surabaya. Perjudian disebut-sebut sebagai alasan Roy melarikan uang yang ditransfer para korban.

“Saya termasuk korabannya saat di milis id.bb.jatim dulu sebesar 35 juta. Kasusnya dahulu juga ngga solved. Alasan yang dipakai adalah adik/keluarga dekatnya kena urusan judi,” tulis akun Prayudiaji.

Menanggapi hal tersebut, Andrew Darwis selaku Chief Community Officer (CCO) atau yang kerap disebut “Mimin” mengaku telah melakukan tindakan. Ia juga menyarankan agar para korban segera melapor ke polisi.

Anda pernah mendengar Roy Widya? Dia inilah pemegang rekening bersama (Rekber) Blackpanda di forum jual beli (FJB) Kaskus. Kini dia diburu untuk ditangkap hidup atau mati. Wah gawat benar ya? Yups, kasus Blackpanda ini menjadi kasus penipuan online besar terbaru yang menghebohkan forum Kaskus.

Berdasarkan catatan sejumlah media, pada Senin 14 September 2015, pemegang rekber Blackpanda itu telah melarikan uang sebesar Rp509.536.586 dan masih diperkirakan masih banyak lagi karena belum semuanya dihitung. Uang itu merupakan dana yang ditransfer para pembeli untuk dibayarkan ke penjual di Kaskus FJB (Forum Jual Beli).

“Karena Kaskus bukan korban, jadi kami enggak bisa lapor ke polisi. Tapi nanti kalau sudah ada laporan polisi, kemudian polisi minta data dan lain sebagainya, baru kami kasih,” ungkap Andrew sebagaimana dilansir laman Okezone.

Seperti diketahui, rekber merupakan penengah antara penjual dan pembeli di Kaskus. Cara kerjanya, pembeli mentransfer uang ke rekber, rekber mengonfirmasi dana telah diterima dan menyuruh penjual mengirim barang ke pembeli.

Setelah pembeli mengonfirmasi barang diterima, uang yang diterima rekber diteruskan ke rekening penjual.

Hingga saat ini ada empat rekber populer di Kaskus, yakni Piggybank, Blackpanda, Sanbank, dan Inapay. Kendati demikian seluruh rekber tidak berada di bawah naungan Kaskus dan statusnya sama seperti anggota lainnya di forum Kaskus.

Lantas ke mana Blackpanda?

Dalam forum Kaskus disebutkan bahwa Roy Widya, pemilik akun BlackPanda, tinggal di Wisma Menanggal II Nomor 41 Surabaya, Jawa Timur. Benarkan demikian?

Untuk mengetahui kepastian alamat itu, Metrotvnews.com menyebutkan mereka telah menurunkan tim untuk menyambangi rumah tersebut pada Selasa (15/9/2015). Suasana rumah tampak sepi. “Dari pantauan kami, tak tampak orang keluar masuk di rumah tersebut,” demikian laporan reporter Metro.

“Pak Roy sudah lama tidak mendatangi rumah itu. Namanya pun bahkan tidak terdaftar sebagai warga Wisma Menanggal,” kata Ketua RT 02, RW 04, Kelurahan Gayungan, Menanggal, Surabaya kepada Metrotvnews.com.

Ketua RT yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan, Roy terakhir kali mendatangi rumah tersebut pada 2009. Rumah itu, kata pria yang tinggal tak jauh dari rumah Roy, bukan milik Roy. Tapi, rumah itu milik mertua Roy.

“Tidak pernah ditempati secara tetap. Dulu paling datang seminggu, lalu pergi lagi,” kata Pak RT.

Ketua RT pun mengaku tak tahu menahu soal keluarga Roy dan istrinya, Widya. Ia tak tahu apa pekerjaan Roy. Menurutnya, Roy tak terlalu kenal dan bersahabat dengan warga setempat.

“Ya mungkin karena dia tidak tinggal di sini(Wisma Menanggal),” ungkapnya.

Meski demikian, Ketua RT mengaku didatangi seseorang sebulan lalu. Orang itu bertanya soal kasus yang disebut-sebut menyeret nama Roy.

“Saya tidak terlalu paham juga. Karena waktu itu saya tidak di rumah. Jadi istri yang menemuinya,” katanya lagi.

Seorang pria yang tinggal bersebelahan dengan rumah Roy pun mengaku tak tahu soal keberadaan lelaki itu. “Tidak terlalu kenal dengan Pak Roy,” kata pria berambut putih yang tak mau menyebutkan identitasnya.

“Tapi yang saya tahu, dia kerjanya jual beli mobil,” lanjut pria tersebut.

Sempat disayang

Kasus penipuan jual beli online yang terjadi di forum Kaskus memang sangat membuat geger para pengguna. Pasalnya, kasus penipuan tersebut datang dari salah satu jasa penyedia layanan rekber yang selama ini dinilai sangat kredibel, Blackpanda.

Terkait dengan hal itu, PR & Partnership Manager Kaskus Networks, Quary Mitratama, minta agar para korban memberikan laporan terinci. “Kami menghimbau agar para korban terus memberikan update informasi tentang kasus ini melaui thread yang ada di Kaskus,” ujar Quary yang dihubungi Liputan6 via telepon.

Kasus ini memang menjadi hot trid di Kaskus. Berbagai spekulasi dan komentar dilontarkan oleh para Kaskuser di forum yang sudah berdiri sejak tahun 1999 silam tersebut.

Sebelum-sebelumnya, Blackpanda merupakan jasa penyedia rekber yang memiliki reputasi terbaik di Kaskus. Jasa penyedia rekber ini menjadi jasa favorit Kaskuser karena memang sangat dipercaya dan begitu aman.

Namun, pasca kasus penggelapan dana yang dilakukan, nama Blackpanda menuai kontroversi. Banyak Kaskuser yang menuntut pemilik jasa rekber tersebut untuk segera dihukum akibat tindakannya.

Berdasarkan beberapa komentar yang terlontar dari Kaskuser, Roy Widya tercatat memiliki track record yang buruk di tempat kerjanya yang dulu. Bahkan, di tempat kerja sebelumnya tersebut, kasus serupa sempat terjadi dengan memanfaatkan pembangunan reputasi yang begitu baik.

Pantauan tim Tekno Liputan6.com sampai saat ini, Roy Widya masih buron dan terkait kasus ini akan segera ditindak lanjuti oleh Kaskus.

Namun, beberapa Kaskuser mengaku bahwa mereka sudah menghubungi Roy Widya untuk mengembalikan dana milik mereka. Alih-alih mengembalikan dana penuh, yang mereka dapatkan hanya setengah atau seperempat dari jumlah dana yang mereka kirim ke Blackpanda.

Kasus penggelapan dana ini mulai awalnya muncul setelah salah seorang anggota FJB Kaskus menggunakan rekening bersama yang dikelola oleh BlackPanda untuk melakukan transaksi jual beli namun dana tertahan.

Blackpanda bertindak sebagai pihak ketiga. Mekanismenya, pembeli harus menyetorkan uang ke pengelola rekening bersama, kemudian penjual akan mengirimkan barangnya. Kalau barang sudah sampai di tangan pembeli, baru pengelola rekening mentransfer uang ke penjual.

Sayangnya, mekanisme ini tak berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa anggota Kaskus yang berjualan di FJB, yang notabene menjadi pengguna jasa Blackpanda melaporkan bahwa mereka tidak menerima transfer dana dari pembeli yang dititipkan lewat rekber.

Rekber resmi Kaskus

Kasus Blackpanda ini telah membuat Kaskus mempertimbangkan untuk membuat rekening bersama atau rekber resmi. Apalagi, tak sedikit Kaskuser yang meminta layanan tersebut.

Ronny Sugiadha, CMO Kaskus mengatakan, mereka sedang mempertimbangkan untuk membuat rekber resmi yang memang diminta banyak Kaskuser.

“Nanti kami akan mengadakan polling untuk menanyakan apakah rekber resmi memang diperlukan,” kata Ronny.

Jika para Kaskuser memang menginginkan keberadaan rekber resmi, pihak Kaskus akan mencoba untuk memenuhi permintaan tersebut. “Sebenarnya, konsep dari rekber itu sendiri datang dari komunitas kami,” katanya.

Selama ini, dia mengakui, rekber memang dibuat anggota Kaskuser biasa yang tidak memiliki hubungan afisiliasi dengan Kaskus.

Apakah Kaskus mau membuat rekber resmi atau tidak, yang jelas kasus Roy Widya Blackpanda harus terungkap dan pelakunya harus tertangkap dulu. Kasihan para korban.