Tragedi Crane Jatuh Di Mekkah, Indonesia Menuntut Kontraktor Pemilik Crane Masjidil Haram - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Tragedi Crane Jatuh Di Mekkah, Indonesia Menuntut Kontraktor Pemilik Crane Masjidil Haram

on

Pada hari Jumat, 11 September 2015 kemarin, sebuah musibah besar mewarnai ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. Sebuan crane besar jatuh di Masjidil Haram akibat hujan lebat yang mengguyur kota Mekkah disertai angin kencang dan petir.

Selain korban meninggal, korban luka dalam tragedi Masjidil Haram ini bakal diberikan santunan kerajaan Arab Saudi.  Lebih dari dari, dua anggota keluarga korban meninggal akan diundang berhaji dengan menggunakan visa kerajaan pada musim haji tahun mendatang.

Meski Kerajaan Arab Saudi memberikan santunan pada jemaah haji Indonesia yang menjadi korban insiden crane di Masjidil Haram, namu pemerintah Indonesia akan mencoba mengajukan gugatan khusus kepada pemilik crane.

“Perlu dicatat pemerintah Indonesia melalui perwakilan sedang mempelajari tuntutan khusus sesuai peraturan perundang-undangan. Terbuka peluang bahwa peristiwa alat berat tersebut juga bisa terkait dengan perundang-undangan yang berlaku di UU bisa juga disampaikan tuntutan yang sifatnya khusus yang dilakukan perwakilan yang negaranya ada korban,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam jumpa pers di kantor Daerah Kerja Makkah, Kamis (17/9/2015).

Menurut Menteri Lukman, pihaknya sementara mempelajari soal gugatan khusus itu. Dalam waktu dekat akan diputuskan apakah akan melakukan gugatan atau tidak.

“2-3 Hari ke depan akan semakin jelas. Setelah pengajuan (nama-nama korban) selesai,” tuturnya.

Lukman menyebutkan bahwa dalam hukum Arab Saudi, ada undang-undang yang berisi perusahaan yang teledor atau lalai sehingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa bisa dikenai gugatan khusus. Hal inilah yang bisa dijadikan dasar melakukan gugatan khusus bila diperlukan.

Sementara terkait mengenai dana santunan bagi para korban, nantinya bantuan akan diberikan kepada setiap keluarga korban yang wafat atau cacat tetap dengan besaran SR 1.000.000 atau bila dirupiahkan berkisar Rp 3,8 miliar.

Bantuan uang tunai juga diberikan pemerintah Saudi kepada korban yang mengalami luka. Kisaran yang diberikan adalah sebesar SR 500.000 atau Rp 1,9 miliar.

Mengenai informasi kerajaan Arab Saudi juga akan mengundang 2 anggota keluarga ahli waris, Lukman Hakim Saifuddin belum bisa mengonfirmasinya. Keterangan yang sudah menjadi kepastian adalah santunan uang.

Recommended for you