Jadi Komisaris PT Adhi Karya, Aktivis Fadjroel di Sindir Tagar #FadjroelMeroket

57

Sapujagat.com – Muhammad Fadjroel Rachman merupakan nama baru yang masuk dalam jajaran Komisaris Adhi Karya berdasarkan hasil RUPSLB. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Adhi Karya (Persero) Tbk menetapkan Muhammad Fadjroel Rachman menjadi Komisaris Utama perseroan, menggantikan Imam Santoso Ernawi.

Gara gara itu, jagad lini masa langsung semarak dengan tagar bertajuk #FadjroelMeroket. Isi tagar itu menyindir Fadjroel yang akhirnya mendapatkan kue kekuasaan dari Jokowi. Berikut beberapa cuitan pengguna Twitter yang berhasil dirangkum Republika.co.id.

“Selamat ya fadjroel. Akhirnya #Fadjroelmeroket kerja enak gak perlu ngantor tapi gajinya gede,” ujar pemilik akun bernama @DianaKD

“Mungkin yang dimaksudpak @Jokowi bulan September meroket itu bukan ekonomi, tapi si panjul #FadjroelMeroket,” kata akun bernama @tra_anyunt.

#FadjroelMeroket. Akhirnya dia dapat jatah juga. Lengkap sudah semua dedengkot Relawan JKW dapat potongan kue,” cuit akun bernama @ABAH_OK.

Kata-kata ‘meroket’ dipopulerkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu yang optimistis perekonomian Indonesia membaik pada September ini. Nyatanya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS malah tembus Rp 14.500. Dan, Fadjroel yang merupakan relawan pendukung Jokowi akhirnya mendapat ‘jatah’ posisi strategis di BUMN bidang konstruksi.

Selain tagar #FadjroelMeroket, ada juga tagar lainnya yakni #FadjroelDapatJatah. Isinya tak jauh berbeda, dimana menyindir Fadjroel yang baru mendapatkan posisi sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya. Berikut ini beberapa cuitannya.

“Akhirnya #FadjroelDapatJatah juga. Selamat ya bro @fadjroeL,” kata akun bernama @didienAzhar.

“Apa kapasitas sih @fadjroeL jadi Komut Adhi Karya??#FadjroelDapatJatah,” ujar akun bernama @fadree.

Aktivis Muhammad Fadjroel Rachman atau yang akrab disapa Fadjroel selama ini dikenal sebagai peneliti, penulis, pengamat politik dan aktivis. Fadjroel juga sempat menjadi relawan pemenangan Joko Widodo ketika mencalonkan diri menjadi Presiden.

Berikut susunan dewan komisaris dan jajaran direksi Adhi Karya saat ini:

Dewan Komisaris :

  • Muhammad Fadjroel Rachman (Komisaris Utama)
  • Bobby A.A. Nazief (Komisaris)
  • Wicipto Setiadi (Komisaris)
  • Rildo Ananda Anwar (Komisaris)
  • Muchlis Rantoni Luddin (Komisaris Independen)
  • Hironimus Hilapok (Komisaris Independen)

Direksi :

  • Kiswodarmawan (Direktur Utama)
  • Haris Gunawan (Direktur)
  • BEP. Adji Satmoko (Direktur)
  • Djoko Prabowo (Direktur)
  • Budi Saddewa Soediro (Direktur)
  • Pundjung Setya Brata (Direktur)

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui melepas 1,75 miliar saham baru senilai Rp 2,74 triliun setelah dikurangi biaya-biaya emisi. Dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk membiayai sebagian proyek transportasi massal berbasis rel, beserta stasiun dan properti pendukungnya dengan konsep Transit Oriented Development, termasuk di dalamnya fasilitas park and ride.

Realisasi Belanja Modal

Lebih lanjut, Ki Syahgolang mengungkapkan, realisasi belanja modal Adhi Karya per Agustus 2015 sebesar Rp 500 miliar atau 60,6 persen dari total alokasi sebesar Rp 824,7 miliar untuk tahun ini.

Menurutnya, dana yang sudah terserap tersebut digunakan untuk pengembangan bisnis properti, maintenance aset dan pembangunan hotel.‎

Ki Syahgolang merinci, dana digunakan untuk pembangunan properti sekitar 50-60 persen, penambahan aset sebesar 10-20 persen, sedangkan sisanya untuk pembangunan hotel.

Update:

Ketika ditemui dalam acara Annual Report Award 2014 di Pacific Place, Jakarta, Ki Syahgolang Permata menegaskan penunjukan Muhammad Fadjroel Rachman merupakan domain dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham.

“Ya memang Pak Fadjroel yang ditunjuk jadi Komisaris Utama. Kalau untuk penunjukan komisaris tersebut merupakan kewenangan Kementerian BUMN selaku pemegang saham pengendali,” ujarnya kepada beberapa awak media, Selasa (22/9) malam.