Tosan Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Salim Kancil, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang

67

Sapujagat.com – Dua petani Desa Selok Awar-awar Lumajang Jawa Timur dianiaya secara brutal oleh sekelompok preman di hadapan istri dan warga desa lainnya. Secara sadis, keduanya dipukuli dengan benda tajam seperti cangkul, besi, batu, hingga dilindas sepeda motor.

Satu petani bernama Samsul alias Salim Kancil tewas mengenaskan. Sementara satu petani lainnya, Tosan, kritis.

Keterangan Tosan akan menjadi kesaksian kunci dalam kasus pertambangan pasir di Lumajang, Jawa Timur. Keterangannya sangat ditunggu untuk kelengkapan berkas, sebelum diserahkan ke Kejaksaan.

Kapolres Lumajang AKBP Fadly Mundzir saat mengunjungi Tosan di Rumah Sakit Saiful Anwar di Malang mengungkapkan, keterangan Tosan sangat diperlukan dalam berkas perkara. Pihaknya saat ini sedang menunggu keputusan dokter.

cc718189-bc21-4537-af90-7021d407ce86_169

“Keterangan Pak Tosan ini yang terakhir. Berkas semua sudah selesai, tinggal berkas penganiayaan Pak Tosan, pasal 170 tentang pengeroyokan. Bila selesai langsung diserahkan ke Kejaksaan,” kata Fadly Mundzir di RSSA Malang, Rabu (30/9).

Polisi sendiri telah menetapkan 22 orang tersangka dalam kasus tersebut, yang menyebabkan tewasnya salah seorang teman Tosan, Salim Kancil. Sementara Kepala Desa Selok Awer-Awer, Kecamatan Pasirian juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penambangan ilegal.

“Kami sudah menetapkan 22 tersangka. Mungkin akan terus bertambah, masih ada. Kepala Desa juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka semalam,” katanya.

Berdasarkan pantauan Merdeka.com di RSSA Malang, sejak hari ini dua orang petugas bersenjata laras panjang berjaga di sekitar kamarnya. Secara bergantian petugas tersebut melakukan pengamanan.

jadi-saksi-kunci-tosan-dijaga-polisi-bersenjata-laras-panjang

“Ada petugas setiap hari, kita tugaskan 2 personel. Selain juga disiapkan pengamanan tertutup,” katanya.

Fadly membantah kalau baru hari ini, pihaknya melakukan pengamanan. Karena sejak awal kejadian, pihaknya telah menyiapkan petugas di Rumah Sakit.

Sementara dalam kunjungannya, Fadly meminta keluarga Tosan untuk tidak khawatir. Pihaknya berjanji, bahwa kasus penganiayaan tersebut akan diproses secara adil tanpa pandang bulu. Fadly juga menyerahkan santunan.