Beginilah Detik - Detik Keronologi Penembakan di Sebuah Kampus di Oregon - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Beginilah Detik – Detik Keronologi Penembakan di Sebuah Kampus di Oregon

on

Sejumlah media AS, yang mengutip keterangan beberapa pejabat, melaporkan bahwa pria bersenjata dalam serangan itu adalah Chris Harper Mercer (26 tahun). Pemerintah sejauh ini belum secara resmi mengidentifikasi pelaku. Pelaku tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Sejumlah laporan media mengatakan, para penyidik telah mewawancarai keluarga Mercer dan teman-temannya dan memantau posting-an pemuda itu media sosial untuk mencari petunjuk. Sejumlah laporan juga mengatakan, dia bukan mahasiswa di Umpqua Community College, yang terletak di pedesaan Roseburg.

Salah satu saksi mata, Kenneth Ungerman, menggambarkan detik-detik menegangkan saat seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Umpqua Community College (UCC) di Oregon, AS, yang menewaskan 10 orang, Kamis (1/10/2015) waktu setempat.
Saat kejadian berlangsung, Ungerman mengaku berada di luar Snyder Hall di Roseburg, Oregon. Ia sedang berbicara dengan seorang perekrut Garda Nasional ketika kemudian mendengar suara tembakan.
“Saya melihat laki-laki dengan pistol berada di sekitar sudut ke Snyder Hall,” kata Ungerman kepada ABC News. 
Tak lama berselang, Ungerman kembali mendengar beberapa tembakan. Ia lalu tiarap di balik Jeepnya.
“Ada lebih dari dua kali suara tembakan. Lalu, orang-orang berteriak. Kami keluar, dan kembali mendengar tembakan berikutnya,” paparnya.
Setelah itu, orang-orang mengatakan kepada orang-orang di tempat parkir agar segera keluar.
“Kami turun ke jalan dan menghentikan lalu lintas,” kata Ungerman, yang mengaku pernah mengikuti pelatihan militer. “Kami mengahalau orang lain agar tidak datang ke kampus.”
Hingga saat ini, motif penembakan yang pertama kali terdengar sebelum pukul 10.40 waktu setempat, masih belum jelas.

Seorang mahasiswi, Hannah Miles, mengatakan bahwa ia mendengar tembakan dari kelasnya. Sontak, suara tembakan tersebut membuat dirinya tiarap bersama-sama mahasiswa lainnya.

“Ada suara pria yang berteriak agar kami keluar. Tapi kami tidak membukakan mereka pintu,” tutur Hanna kepada Associated Press.
Saksi lainnya, Kortney Moore mengaku sedang berada di kelas dan menulis, saat sebuah peluru melesat menembus kelas.
Dia mengatakan, pelaku penembakan tersebut masuk ke kelas, mengatakan kepada orang-orang untuk tiarap dan menanyakan agama mereka satu persatu.

Recommended for you