Kronologi Pembunuhan Anak Dalam Kardus, Mengungkap Pembunuh Anak Dalam Kardus

129

Sapujagat.com – Publik di hebohkan dengan Penemuan mayat bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat pada Sabtu (3/10) menyentak publik. Bocah perempuan berusia 9 tahun itu diperkosa, dibunuh dengan keji, lalu dimasukkan ke dalam kardus, dan dibuang di pinggir jalan.

Setelah sebelumnya kasus pembunuhan Angeline yang membuat miris kini terulang kembali di kasus Pembunuhan Anak Dalam Kardus.

Polisi masih terus mencari pelaku pembunuhan sadis bocah di dalam kardus di Kalideres, Jakbar. Menurut teman korban, sebelum hilang bocah malang itu mengatakan ingin pergi belajar kelompok.

Hal tersebut dikatakan, kak Seto setelah menggali informasi kepada teman-teman dekat korban di sekolah, Selasa (6/10/2015).

“Menggali informasi anak-anak dari sahabat di sekolah. Diketahui perpisahan terakhir pamit untuk menemui temannya untuk belajar kelompok,” ujar Kak Seto kepada wartawan.

Kak seto juga mengungkapkan, saat itu salah satu teman korban sempat mengejar korban hingga jalan raya. Namun, korban sudah tidak terlihat.

“Dikejar sampai jalan raya sudah tidak ada,” terang kak Seto.

Di lain pihak, teman sepermainan korban juga mengutarakan yang sama. Bahwa sebelum akhirnya hilang dan ditemukan tewas, korban mengungkapkan ingin belajar kelompok.

pembunuhan anak dalam kardus

“Dia ngomongnya mau belajar kelompok. Terus nggak pulang lagi habis itu,” terang temannya.

“Beberapa kasus kekerasan terhadap anak, kami prihatin, jangan kan 40 kasus lebih, satu kasus pun terjadi di Kalideres itu harus jadi wake up call bagi semua, juga alarm bagi kita semua untuk lebih peduli pada keamanan anak,” kata Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Tito mengatakan, semua pihak harus berperan aktif untuk menjaga kemanan dan keselamatan anak. “Bahkan melibatkan banyak unsur, bukan hanya pemerintah, tetapi juga tokoh masyarakat, keluarga dan lainnya,” katanya.

Dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak ini, perlu ada upaya pencegahan yang konkret agar anak-anak bisa menjalani aktivitasnya dengan aman.

“Harus memikirkan upaya pencegahan,” kata mantan Kapolda Papua ini.

Sementara itu, Kapolda mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut. Dia juga telah membentuk Satgas Khusus untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan keji itu.