Mengharukan ! Jenazah Bayi Aviastar Ditemukan Dan Dibopong Polisi Ini Dengan Sarung

76

Pesawat milik maskapai Aviastar bernomor registrasi PK-BRM yang hilang, Jumat (2/10/2015), berhasil ditemukan, Senin (5/10/2015). Pesawat itu ditemukan jatuh di Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (bukan di Kabupaten Enrekang), tiga hari setelah hilang kontak atau hampir 72 jam.

Banyak kisah mengharukan dibalik proses pencarian korban pesawat Aviastar hingga setelah ditemukan. Satu di antaranya adalah perjuangan yang dialami rombongan Kapolres Luwu, AKBP Adex Yudiswan. Begini kisah lengkapnya!

Data dari Google Maps, lokasi penemuan pesawat dengan Bandara Andi Djemma, Masamba, bandara asal pesawat itu, 135 kilometer jika ditempuh melalui jalan kaki. Karena saking sulitnya medan, Kapolres bersama rombongan hanya makan dan minum pada Senin pagi saat pencarian.

Mulai Senin siang, seluruh logistik persiapan yang dibutuhkan berupa makanan dan air telah habis. Sehingga saat melakukan pencarian mulai hari Senin digunung Bajaja, ia hanya makan pucuk pohon palem dan minum air rotan untuk bertahan di dalam hutan.

“Hari Selasa sekitar pukul 12.00 siang, baru kami minum air. Itupun kami minum air sungai,” tambah Adex sebagaimana dikutip dari TribunNews.

Gendongan sarung

Perjuangan rombongan pun membuahkan hasil. Sepuluh penumpang pesawat Aviastar ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pegunungan Pajaja, Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Selasa (06/10/2015).

Seluruh jenazah diangkat dengan menggunakan sarung dan tempat yang telah disiapkan. Bahkan Adex harus menggunakan tongkat saat ia pulang dari gunung Bajaja sambil menggendong jenazah bayi dalam sarung dan bangkai pesawat Aviastar.

kapolres gendong jenazah balita dalam sarung

Sejumlah masyarakat juga ikut memasukkan jenazah ke dalam sarung kemudian dibawa secara bersama-sama ke Desa Ulu Salu.

Terkait dengan hal ini, Adex Yudistiwan, akan membuat film mengenai proses pencarian pesawat Aviastar. “Besok kita akan filmkan sesuai dengan peran masing-masing saat mencari Aviastar,” ujar Adex, Rabu (07/10/2015).

Kapolres juga berjanji tidak akan meninggalkan masyarakat setelah berhasil menemukan pesawat Aviastar.

“Saya dapat penghargaan, kalian semua juga dapat penghargaan” ujar Adex.

Bahkan Adex berencana akan membuat prasasti dengan nama – nama warga yang ikut mencari pesawat Aviastar. Prasasti tersebut akan ditanda tangani langsung oleh Kapolda Sulselbar dan akan dipasang di gunung Latimojong. Proses pembuatan film akan diadakan di Dusun Ulu Salu, Kecamatan Latimojong.