Merinding Hiii..Usai Kardus Berisi Mayat Bocah Ditemukan, Terdengar Suara Tangisan Huuu..huuu

29

Semenjak Penemuan Mayat anak kecil dalam kardus polisi sudah memeriksa beberapa saksi salah satunya Agus yag kini diperiksa  ditetapkan sebagai tersangka pencabulan, bukan sebagai tersangka pembunuhan kasus Neng. Kami sudah kantongi satu bukti, mininal 2 alat bukti (kasus pembunuhan Neng, red),” terang Krisnha kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jum’at (9/10) subuh.

Polisi kini meningkatkan status Ags, saksi kasus pembunuhan bocah PNF alias Neng (9) yang mayatnya ditemukan di dalam kardus,  menjadi tersangka dengan kasus pencabulan. Namun pihak kepolisian belum dapat membuktikan apakah Agus melakukan pencabulan dan pembunuhan terhadap Neng.

Selain itu, lanjutnya, salah seorang korban pencabulan mengaku pernah dikunci dan dicabuli sebanyak 3 kali di kamar tersangka. “Neng belum dapat dipastikan, apakah termasuk korban pencabulan oleh Agus. Totalnya ada 13 anak korban pencabulan,” jelasnya.

Semenjak Penemuan Mayat Anak Kecil dalam kardus juga banyak kejadian kejadian aneh di tempat atau lokasi penemuan mayat tersebut di sebuah lorong kecil Jl. Sahabat, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (2/10), sungguh menghebohkan warga sekitar. Bahkan, kini gaungnya lebih luas ke level nasional. Ada tersisa cerita aneh di seputar kasus ini.

Seorang ibu bernama Satiah (48) yang kediamannya berjarak 10 meter dari lokasi penemuan mayat anak perempuan berinisial PNF mengungkapkan, dirinya sempat mendengar isak tangis anak perempuan itu.

“Ada yang nangis mas. Huuuu. Huuuu,” kenangnya menirukan suara isak tangis misterius tersebut. Kejadian tersebut, kata ibu Satiah, sekira pukul 02.00 WIB, Sabtu dinihari, 3 Oktober 2015.

Ini suatu keanehan. Pasalnya, mayat PNF ditemukan Jumat (2/10) pukul 22.00 WIB oleh warga setempat dan diamankan oleh pihak kepolisian satu jam setelahnya.

“Sampe jam 12 malam warga masih rame mas di sini. Tapi setelahnya warga berpulangan. Jadi sepi,”

Menjelang subuh, ia mengakui tak dapat tertidur karena kejadian nahas tersebut. Saat mendengar suara isak tangis itu, ia menanyakan kepada suaminya, Nur Samsuri (52) ihwal sumber suara tersebut. “Pak, bapak dengar suara anak nangis ga ?,” tanyanya ke sang suami, Sabtu dini hari itu.

Rupanya, Nur Samsuri, juga mengaku mendengar suara isak tangis tersebut. Bahkan, Nur sempat mengatakan kepada istrinya bahwa itu suara tangisan wanita yang diperkosa.

“Kok suara orang diperkosa? Nangisnya merana begitu pak?” balas Ibu Satiah, menceritakan kalimat pertanyaannya waktu itu.

Sang suami rupanya cukup bernyali. Dia pun beranjak dari tempat tidur, memeriksa sekeliling rumahnya. Namun ia tak menemui dan tak mendengar lagi suara isak tangis merana itu.

Sebelumnya pembunuhan yang diduga disertai dengan pemerkosaan terjadi terhadap bocah berusia sembilan tahun berinisial PNF di sebuah lorong Jl Sahabat, Kalideres, Jakarta Barat. Jasad PNF ditemukan warga dalam sebuah kardus cokelat yang dililit lakban..hiiiii Seremm!!!

 

Agen Poker
Loading...