Sadis! Tengkorak Manusia Jadi Sasis Untuk Moge Yang Satu Ini

73

Sapujagat.comAjang Kustomfest 2015 di Jogja Expo Center ada sebanyak 150 motor modifikasi dari berbagai merek dan tipe. Dari banyak sepeda motor dan mobil modifikas di Kustomfest 2015 kemarin, salah satu yang paling “nyeleneh” adalah kustom Harley Davidson dengan rangka tengkorak. Moge garapan Ceko Custom ini sukses menarik banyak perhatian pengunjung yang datang ke acara.

Tak sedikit pengunjung mengabadikan moge dengan Mesin S&S USA tahun 1999 milik bengkel Ceko Custum asal Bekasi, Jawa Barat, itu.

Pemilik bengkel, Tom Sasana, mengaku butuh waktu sekira satu tahun untuk memodifikasi moge bernama Jangkong tersebut.

Moge Berbentuk Tengkorak

“Kira-kira butuh waktu satu tahun untuk membuat Jangkong ini,” jelasnya kepada Okezone.

Konsep desain motor mengacu pada modifikasi trike yang menggunakan dua roda di bagian belakang, serta aksesori hot road yang cukup kental. Mulai dari dimensi ban yang besar sampai kustom stang yang melandai ke sisi pengandara.

Bagian paling unik dari tengkorak ini ternyata di pakai bukan sebagai pajangan, tapi menjadi bagian dari rangka utama. Bila dilihat secara detail, tengkorak yang dijukuki dengan nama “Jangkong” ini menggantikan peran rangka tengah yang biasanya digunakan sebagai dudukan tangki.

Ketika berbincang dengan salah seorang pengurus kendaraan dari rumah modifikasi Ceko Custom. Terungkap bahwa material yang digunakan untuk membuat rangka terngkorak itu berasal dari besi kemudian di cat dengan warna putih seperti hiasan tengkorak pada umumnya.

Menurutnya, pengerjaan tersulit adalah saat membangun Jangkong itu sendiri. Hal ini dikarenakan penyocokan tiap rangka tengkorak dengan bentuk aslinya. Hal ini pula yang cukup memakan waktu dengan masa pengerjaan hampir satu tahun lamanya.

Moge di Kustomfest 2015

Untuk menambah unsur kerapihan, hampir seluruh cover blok mesin dilabur warna krom. Sedangkan untuk bodi mengkombinasikan warna merah marun serta permainan airbrush yang membuat nuansa motor sedikit angker.

Tengkorak tersebut bukanlah pajangan, namun sebagai satu rangkaian dengan bodi moge. Bahan besi yang berkualitas dipilih agar kuat menahan beban mesin yang sangat berat.

“Untuk dikendarai juga bisa, tapi tidak setiap hari dipakai. Kasihan catnya nanti rusak,” ungkapnya.

Jangkong, kata dia, baru kali ini mengikuti pameran modifikasi di Yogyakarta. Dia berharap agar tumbuh kecintaan para pelaku automotif untuk melakukan modifikasi yang total.

“Kalau modifikasi sebaiknya yang total, jangan setengah-setengah. Karena kustom ini merupakan seni dalam melakukan modifikasi,” jelasnya.