Inilah Kronologi Agus Sebagai Tersangka Pembunuhan Anak Dalam Kardus

52

Sapujagat.com – Publik di hebohkan dengan Penemuan mayat bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat pada Sabtu (3/10) menyentak publik. Bocah perempuan berusia 9 tahun itu diperkosa, dibunuh dengan keji, lalu dimasukkan ke dalam kardus, dan dibuang di pinggir jalan.

Melalui berbagai hambatan, polisi akhirnya berhasil mendapatkan petunjuk yang mengungkap pembunuh bocah dalam kardus. Ada 3 alat bukti yang membuat polisi menetapkan Agus Darmawan (39) menjadi tersangka.

Pada saat mendatangi tempat penemuan jenazah bocah dalam kardus, polisi juga menemukan kardus teh gelas tak jauh dari jenazah. Dalam kardus tersebut terdapat barang-barang korban.

Salah satu barang korban yang ditemukan oleh polisi adalah kaos kaki. Dari kaos kaki tersebut, setelah diteliti di laboratorium forensik, ditemukan jaringan kulit Agus. Itu menjadi alat bukti pertama.

“Di kaos kaki tersebut ada epitel yang meninggalkan DNA, yang menggambarkan terduga pelaku AD,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

Alat bukti kedua, polisi menemukan bercak darah di rumah Agus. Setelah diteliti di laboratorium, darah tersebut milik korban. Dan alat bukti ketiga adalah sperma yang ditemukan di vagina korban. Penemuan sperma ini tak mudah.

“Akhirnya sperma yang bisa diangkat, yang tadinya sulit sudah 3 kali swap belum bisa, akhirnya swap yang keempat bisa memunculkan sperma itu,” ujar Khrisna.

3 Alat bukti ini kemudian ditunjukkan ke Agus. Namun pria bertato itu masih mengelak.

“Sampai tadi malam belum mengakui meski kami punya tiga alat bukti. Namun akhirnya sampai akhirnya dilakukan interogasi, kami tegaskan tanpa kekerasan, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya,” tutur Khrisna.

Selain Membunuh Agus Juga Mengajak Anak-Anak Pakai Narkoba

Saksi pembunuhan Putri Nur Fauziyah, Agus, dituduh suka membagikan narkoba pada anak-anak di sekitar lingkungannya. Menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, Agus biasa menjadi koordinator bagi anak-anak untuk mengkonsumsi narkoba.

“Dari saksi anak-anak yang diperiksa, mereka mengumpulkan uang sebanyak Rp 50.000. Kemudian mereka mengkonsumsi ganja dan sabu-sabu dengan dikoordinatori Agus,” ujar Krishna di Polda Metro Jaya Jumat 9 Oktober 2015 dini hari.

Polisi sebelumnya menerima laporan dari warga sekitar rumah Agus tentang kondisi anak-anak mereka. “Sebelumnya tidak melapor, namun kemarin ada 13 anak-anak yang melaporkan didampingi oleh orang tuanya,” tutur Krishna. Di antara anak-anak yang melapor, 10 di antaranya adalah laki-laki dan tiga perempuan.

Mereka melaporkan tentang aktivitas Agus yang menggunakan narkoba dengan melibatkan anak-anak di bawah umur . “Anak-anak yang di bawah umur ini yang bersepuluh, membentuk geng namanya Boel Tacos,” ujar Krishna. Apa arti dari kata itu sendiri masih belum diketahui.

Agus sendiri sebelumnya diperiksa polisi terkait pembunuhan Putri. Namun pada saat melakukan tes urin, ia dinyatakan positif mengandung methamphetamine. Agus melakukan pemeriksaan pada 6 oktober, saat dinyatakan positif, ia kemudian ditahan di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Polisi memiliki waktu 3×24 jam untuk memeriksa dia. Namun kemudian laporan dari warga masuk.

Laporan dari anak-anak terhadap Agus juga bukan saja terkait penggunaan narkoba. Menurut Krishna, salah satu anak, T, mengaku pernah dicabuli oleh Agus. Agus sekarang ditetapkan sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur.

Agus akan dijerat dengan Pasal 76 E juncto Pasal 82 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.