Warga Boyolali Di Hebohkan Dengan Pernikahan Sesama Jenis

33

Sapujagat.com– Warga di kecamatan Musuk, Boyolali dihebohkan oleh pasangan sesama jenis  yang melangsungkan sebuah tasyakuran atas pernikahan mereka. Syukuran yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2015) tersebut sempat ditolak oleh salah satu pihak mempelai.

Ratu Airin Karla alias DRN dan Dumani alias (DMN) keduanya  merupakan lelaki. Ratu Airin Karla merupakan transgender atau waria. Keduanya berusia tak terpaut jauh, yakni sekitar 25 tahun.

Boyolali di hebohkan dengan pernikahan sesama jenis

Tasyakuran bersatunya dua orang lelaki ini digelar mirip hajatan pernikahan. Hajatan tasyakuran RAK dan DM menghadirkan hiburan musik dangdut dan campur sari.

Warga di dusun digelarnya hajatan itu penasaran karena hajatan yang dikemas seperti acara pernikahan itu adalah milik dua orang laki-laki yang merupakan warga Musuk. Salah satu rekan DRN, Ratno, menjelaskan bahwa acara tersebut hanyalah perayaan dari pasangan itu. “Tasyakuran saja sih, cuma jelasin-nya juga gimana ya,” katanya.

Sementara itu, menurut perangkat Desa Cluntang, Suryati, pasangan itu tidak pernah meminta izin terkait pernikahan tersebut. Dia mengaku tidak mungkin memberi izin atas pernikahan tersebut karena melanggar aturan pernikahan dan dilarang agama.

“Tidak mungkin diberi izin, kan nantinya melegalkan pernikahan sesama jenis,” kata Suryati, Minggu (11/10/2015).  Warga yang datang ke pesta tersebut, menurut Suryati, sudah kenal dengan salah satu pasangan dan memenuhi undangan syukuran, bukan pernikahan.

Suryati juga menjelaskan bahwa pihak keluarga sudah menentang rencana acara tersebut, tetapi DRN memaksa untuk digelar.

Sementara itu, Sur, kepala desa setempat mengaku tidak pernah menerima permintaan izin terkait pernikahan mereka. Kalau pun mereka meminta izin sebelumnya, Sur tidak akan pernah melegalkan. Pihaknya juga kaget ketika datang ke acara tasyakuran ternyata melihat pasangan sesama jenis itu duduk di pelaminan.

Merasa mendapat penolakan dari tokoh masyarakat dan warga, Dar dan Dum tetap nekat mengadakan acara yang bertajuk “tasyakuran.” Meskipun begitu, warga tetap merasa risih dengan perbuatan nekat mereka yang dianggap melanggar norma.

Agen Poker
Loading...